Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Juni 2026 | Dividen merupakan salah satu strategi investasi yang paling populer di kalangan investor. Dengan membeli saham perusahaan yang membayarkan dividen, investor dapat memperoleh pendapatan pasif yang stabil. Namun, memilih saham yang tepat untuk investasi dividen tidaklah mudah.
Seeking Alpha, sebuah situs web yang menyediakan informasi dan analisis tentang investasi, telah menerbitkan sebuah artikel tentang 10 saham dengan pertumbuhan tinggi yang membayarkan dividen. Artikel tersebut menjelaskan bahwa saham-saham tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dan membayarkan dividen yang stabil.
Sementara itu, di Kanada, rata-rata saldo TFSA (Tax-Free Savings Account) berbeda-beda di setiap provinsi. Menurut data dari CRA (Canada Revenue Agency), rata-rata saldo TFSA di Ontario adalah $33.021, sedangkan di Quebec adalah $35.204. Namun, perlu diingat bahwa rata-rata saldo TFSA tidak selalu mencerminkan kemampuan investasi seseorang.
Di India, Krishna Defence and Allied Industries Limited telah mengumumkan tanggal catatan untuk dividen tahun fiskal 2025-2026. Perusahaan tersebut akan membayarkan dividen kepada pemegang saham yang terdaftar pada tanggal catatan. Sementara itu, NSE (National Stock Exchange) India telah mengumumkan rencana untuk melakukan IPO (Initial Public Offering) yang diperkirakan akan menjadi IPO terbesar di India.
Zerodha, sebuah perusahaan investasi online, telah mengomentari rencana IPO NSE. Nithin Kamath, CEO Zerodha, menyatakan bahwa NSE adalah mesin uang yang dapat membayarkan dividen yang tinggi. Namun, ia juga menyatakan bahwa perusahaan harus mempertimbangkan untuk reinvestasikan keuntungan mereka daripada membayarkan dividen.
Allshores, sebuah perusahaan asuransi, telah mengumumkan rencana untuk melakukan tender offer kepada pemegang saham. Perusahaan tersebut akan membeli kembali sahamnya sendiri dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini.
Dalam kesimpulan, dividen merupakan strategi investasi yang populer dan dapat membayahkan pendapatan pasif yang stabil. Namun, memilih saham yang tepat untuk investasi dividen tidaklah mudah. Investor harus melakukan analisis yang teliti dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pertumbuhan perusahaan, stabilitas keuangan, dan kemampuan membayarkan dividen.









