Ekonomi

BEI Tambah 2 Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak, Ini Daftarnya

×

BEI Tambah 2 Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak, Ini Daftarnya

Share this article
BEI Tambah 2 Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak, Ini Daftarnya
BEI Tambah 2 Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak, Ini Daftarnya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Juli 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua saham baru yang dinyatakan dikuasai segelintir pihak, yakni PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG). Kedua saham ini masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dengan struktur kepemilikan saham terkonsentrasi di atas 90%.

Berdasarkan pengumuman terbaru BEI, HATM masuk kategori HSC berdasarkan struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per tanggal 30 Juni 2026. HATM terindikasi dimiliki segelintir pihak yang secara agregat menguasai 96,09% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.

📖 Baca juga:
Saham Indonesia: Antara Harapan dan Tantangan di Tengah Kondisi Ekonomi Global

Sementara DGWG, masuk dalam kategori HSC berdasarkan struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per tanggal 25 Juni 2026. Perseroan dimiliki segelintir pihak yang secara agregat menguasai 97,35% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.

BEI menegaskan pengumuman ini bukan berarti kedua saham tersebut melanggar peraturan perundang-undangan. Saham dalam kategori tersebut juga tidak lantas melanggar ketentuan di bidang pasar modal.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 14 perusahaan tercatat yang masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Penetapan HSC didasarkan pada metodologi yang mengacu pada struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat (scrip) maupun tanpa warkat (scripless).

📖 Baca juga:
Rupiah Terpuruk di Rekor Terendah: Apa Penyebabnya dan Prospek Masa Depan?

Daftar emiten HSC berdasarkan tingkat konsentrasi kepemilikan saham tertinggi adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), PT Mahkota Group Tbk (MGRO), PT Kota Satu Properti Tbk (SATU), PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), dan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM).

Pada penutupan perdagangan Rabu (1/7/2026), harga saham ke-14 emiten tersebut bergerak bervariasi. Di Papan Utama, saham DGWG menguat 1,43% dari Rp280 menjadi Rp284. Saham BREN naik 8,74% dari Rp3.090 menjadi Rp3.360, sedangkan saham DSSA menguat 3,14% dari Rp795 menjadi Rp820.

Di Papan Pengembangan, saham ROCK naik 3,51% dari Rp1.565 menjadi Rp1.620. Sebaliknya, saham SOTS turun 0,84% dari Rp595 menjadi Rp590. Saham AGII menguat tipis 0,81% dari Rp2.480 menjadi Rp2.500, sementara saham WBSA naik 0,79% dari Rp630 menjadi Rp635.

📖 Baca juga:
Harga Emas 21 April 2026 Stabil di Gerai Populer: Borong Sekarang atau Tunggulah?

Masih di Papan Pengembangan, saham RLCO ditutup tidak berubah di level Rp3.100. Saham SATU turun 0,72% dari Rp276 menjadi Rp274, sedangkan saham TCPI melemah 7,09% dari Rp7.050 menjadi Rp6.550. Sementara itu, saham MGRO menguat 3,05% dari Rp655 menjadi Rp675.

Di Papan Pemantauan Khusus, saham IFSH menguat 9,90% dari Rp1.010 menjadi Rp1.110. Adapun di Papan Akselerasi, saham MGLV naik 5,61% dari Rp7.575 menjadi Rp8.000, sedangkan saham LUCY turun 5,26% dari Rp760 menjadi Rp720.

Kesimpulan, BEI mengumumkan dua saham baru yang dinyatakan dikuasai segelintir pihak, yakni PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG). Kedua saham ini masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dengan struktur kepemilikan saham terkonsentrasi di atas 90%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *