Ekonomi

Beda Arah Harga Emas Antam dan Emas Dunia, Ini Penyebabnya

×

Beda Arah Harga Emas Antam dan Emas Dunia, Ini Penyebabnya

Share this article
Beda Arah Harga Emas Antam dan Emas Dunia, Ini Penyebabnya
Beda Arah Harga Emas Antam dan Emas Dunia, Ini Penyebabnya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 April 2026 | Pasar logam mulia Indonesia menunjukkan pola yang berlawanan dengan pasar internasional. Selama seminggu terakhir, harga emas Antam mengalami penurunan tajam, sementara harga emas dunia tetap berada pada level yang relatif stabil atau bahkan sedikit menguat. Perbedaan arah ini menimbulkan pertanyaan bagi investor tentang faktor apa yang mendorong dinamika tersebut.

Menurut data resmi Logam Mulia Antam, pada 23 April 2026 harga emas 1 gram tercatat Rp 2.805.000, turun Rp 25.000 dari hari sebelumnya dan Rp 50.000 dibandingkan dengan penurunan pada tanggal 22 April. Harga emas 0,5 gram berada di Rp 1.452.500, sedangkan emas 10 gram dijual Rp 27.545.000. Dalam rentang sepekan, harga emas Antam berfluktuasi antara Rp 2.805.000 hingga Rp 2.893.000 per gram, dan dalam sebulan terakhir berada di kisaran Rp 2.805.000‑Rp 2.992.000 per gram. Buyback price juga melemah menjadi Rp 2.610.000 per gram, turun Rp 30.000.

📖 Baca juga:
Krisis Upah, PHK Massal, dan Langkah Pemerintah: Tantangan Pekerja Indonesia 2025-2026

Sementara itu, pasar emas global menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Harga spot emas dunia pada akhir pekan tetap di sekitar US$2.110 per troy ounce, mengalami kenaikan tipis 0,4 % dibandingkan minggu sebelumnya. Faktor utama yang menahan penurunan harga global adalah ekspektasi inflasi yang masih tinggi serta permintaan safe‑haven dari investor internasional yang khawatir terhadap ketidakstabilan geopolitik.

Para pengamat pasar uang menilai bahwa perbedaan pergerakan tersebut dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan internasional. Ibrahim Assuaibi menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya pertemuan Amerika Serikat dengan Iran yang tidak menghasilkan kesepakatan damai. Kondisi ini menguatkan dolar AS dan mendorong harga minyak naik, sehingga investor beralih ke dolar sebagai aset safe‑haven dan meninggalkan emas. Ariston Tjendra menambahkan bahwa konflik AS‑Iran meningkatkan harga minyak mentah, yang pada gilirannya menambah tekanan inflasi di Indonesia. Inflasi yang lebih tinggi membuat obligasi pemerintah menawarkan imbal hasil lebih menarik, memperkuat dolar dan melemahkan permintaan emas domestik.

📖 Baca juga:
Cole Palmer Bikin Geger: Rumor MU Hanya Lelucon, Fokus pada Chelsea!

Rupiah yang terus melemah menjadi faktor tambahan. Nilai tukar rupiah berada di atas Rp 17.300 per dolar, menurunkan daya beli masyarakat dan memaksa investor untuk menyesuaikan portofolio mereka. Meskipun melemahnya rupiah seharusnya memberi dukungan pada harga emas dalam rupiah, penurunan tajam pada harga Antam menunjukkan bahwa tekanan likuiditas dan kebijakan fiskal lebih dominan. Selain itu, kebijakan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas transaksi buyback di atas Rp 10 juta (tarif 1,5 %) menambah beban bagi penjual emas, sehingga menurunkan minat jual‑beli di pasar domestik.

Berikut ini ringkasan perbandingan harga Antam dan harga emas dunia dalam periode yang sama:

📖 Baca juga:
Sandy Walsh Catat Sejarah Baru: Indonesia Pertama di Delapan Besar ACL Elite untuk Dua Musim Berturut-turut
Parameter Antam (IDR/gram) Dunia (USD/oz)
Harga terkini Rp 2.805.000 US$2.110
Rentang 7 hari Rp 2.805.000‑Rp 2.893.000 US$2.090‑US$2.120
Rentang 30 hari Rp 2.805.000‑Rp 2.992.000 US$2.050‑US$2.130

Akibat penurunan harga Antam, banyak investor ritel yang menunda pembelian atau beralih ke instrumen lain seperti deposito berjangka dan obligasi pemerintah. Di sisi lain, lembaga keuangan tetap menawarkan program buyback, meskipun dengan harga yang lebih rendah. Kebijakan pajak terbaru menambah beban pada transaksi besar, sehingga menurunkan volume penjualan emas fisik.

Secara keseluruhan, perbedaan arah pergerakan antara harga emas Antam dan emas dunia mencerminkan interaksi kompleks antara faktor geopolitik, nilai tukar, kebijakan moneter, dan sentimen investor domestik. Selama situasi geopolitik tetap tidak menentu dan dolar AS terus menguat, tren penurunan harga emas Antam dapat berlanjut, meskipun harga emas dunia mungkin tetap stabil atau naik sedikit karena permintaan safe‑haven internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *