Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 Juli 2026 | Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali turun pada Selasa, 14 Juli 2026. Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 20.000, melanjutkan penurunan Senin kemarin yang juga sebesar Rp 20.000. Dengan begitu, dalam dua hari harga emas Antam telah melemah Rp 40.000.
Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia pada Selasa, harga emas Antam dipatok Rp 2.615.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dibanderol Rp 2.635.000. Demikian pula harga jual kembali (buyback) juga mengalami koreksi. Harga buyback emas Antam turun Rp 42.000. Harga jual kembali emas Antam kini dibanderol Rp 2.352.000 per gram.
Sementara itu, harga emas perhiasan bervariasi pada Selasa, 14 Juli 2026. Raja Emas Indonesia dan Laku Emas menawarkan harga berbeda berdasarkan kadar karat. Untuk emas K24, harganya mencapai Rp 2.285.000, sementara K24 dengan kemurnian 99,5% senilai Rp 2.160.000. Untuk emas K23, harganya mencapai Rp 2.010.000, dan K22 sebesar Rp 1.863.000.
Di lain pihak, tambang emas ilegal di Geopark Merangin mulai mengancam status UNESCO. Kawasan warisan dunia yang menjadi kebanggaan masyarakat Jambi itu mulai dirusak oleh aktivitas tambang emas ilegal yang terus merambah sejumlah titik. Gubernur Jambi Al Haris mengatakan bahwa Geopark Merangin bukan hanya kebanggaan Jambi, tetapi sudah menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO. Karena itu, tidak boleh ada aktivitas apa pun yang merusak kawasan ini. Tambang emas ilegal harus dihentikan.
Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dikhawatirkan dapat mengganggu kelestarian kawasan konservasi, merusak bentang alam, hingga mengancam nilai geologi yang menjadi alasan utama pengakuan UNESCO. Menurut Al Haris, pengakuan UNESCO merupakan buah dari perjuangan yang panjang dan tidak mudah. Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kawasan tersebut agar tetap lestari.
Penurunan harga emas dan ancaman terhadap Geopark Merangin merupakan dua isu yang berbeda namun memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi dan menghindari kerusakan lingkungan yang dapat mengancam nilai geologi yang menjadi alasan utama pengakuan UNESCO.











