Bisnis

GoTo Mencetak Laba Bersih di Kuartal II, Bisnis Fintech Jadi Pendorong Utama

×

GoTo Mencetak Laba Bersih di Kuartal II, Bisnis Fintech Jadi Pendorong Utama

Share this article
GoTo Mencetak Laba Bersih di Kuartal II, Bisnis Fintech Jadi Pendorong Utama
GoTo Mencetak Laba Bersih di Kuartal II, Bisnis Fintech Jadi Pendorong Utama

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Agustus 2026 | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar di kuartal II 2026. Bisnis layanan keuangan digital (fintech) melalui GoPay menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan, bahkan untuk pertama kalinya mencatat profitabilitas yang melampaui lini bisnis layanan on-demand.

Keberhasilan ini memperpanjang momentum positif GoTo setelah sebelumnya membukukan laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I 2026. Secara keseluruhan, perusahaan juga mencatat peningkatan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp164 triliun.

📖 Baca juga:
B&M Hadirkan Meja Kopi yang Elegan dengan Harga Terjangkau

Pendapatan bersih perusahaan turut meningkat 31 persen YoY menjadi Rp5,7 triliun. Sementara itu, EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137 persen hingga melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya.

Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang semakin berkelanjutan.

"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Bisnis Fintech kami juga untuk pertama kalinya menghasilkan profitabilitas yang melampaui bisnis On-demand Services," kata Hans.

Kinerja bisnis fintech menjadi sorotan utama pada kuartal ini. EBITDA yang disesuaikan dari segmen tersebut melonjak 447 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp481 miliar. Pendapatan bersihnya juga meningkat 53 persen menjadi lebih dari Rp2 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan jumlah pengguna aktif yang bertransaksi setiap bulan (Monthly Transacting Users/MTU) menjadi 28,8 juta atau naik 29 persen secara tahunan. Di saat yang sama, jumlah transaksi meningkat 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi.

📖 Baca juga:
Dividen & Saham: Apa yang Perlu Diketahui

GoPay juga mencatat pertumbuhan penyaluran pinjaman dengan nilai buku mencapai Rp11 triliun atau naik 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kualitas kredit yang disebut tetap terjaga.

Sementara itu, GOTO juga akan melakukan buyback saham treasuri sebesar 32 miliar saham. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global dan nasional terkini, serta kepentingan perusahaan dan manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham.

Ekosistem GOTO juga tumbuh pesat. Hal ini dibuktikan dengan pengguna bertransaksi tahunan (ATUs) yang tumbuh 19 persen YoY menjadi 71 juta. Sementara GTV inti tumbuh 83 persen YoY menjadi Rp164 triliun.

GOTO tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4 triliun, dengan meningkatkan target kinerja bisnis Fintech, yang terus mencatatkan kinerja yang unggul.

Di semester I 2026, GOTO mencetak laba bersih Rp607 miliar, berbalik dari kondisi rugi bersih sebesar Rp580 miliar di periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih perusahaan membukukan Rp11 triliun, atau mengalami pertumbuhan signifikan hingga 28 persen secara tahunan.

📖 Baca juga:
Telkom Resmi Lepas AdMedika ke Fullerton Health, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Dari sisi profitabilitas operasional, perbaikan kinerja GOTO juga tecermin jelas pada indikator EBITDA yang disesuaikan. Sepanjang semester I 2026, perseroan berhasil mengantongi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp1,9 triliun atau naik 134 persen YoY.

Kinerja positif tersebut direspon analis, dengan mayoritas memberikan rekomendasi beli (Buy) terhadap saham GOTO karena prospek profitabilitas yang dinilai semakin kuat.

Di akhir semester I 2026, GOTO juga memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Program ESOP/MSOP dengan menggunakan saham treasuri. Perseroan akan mengikuti dan menjalankan seluruh ketentuan yang diatur dalam POJK 29/2023, Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham.

Dengan demikian, GOTO akan terus berfokus pada pengembangan ekosistem digital yang berkelanjutan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *