Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Mei 2026 | Serangan rudal dan drone Rusia telah menggempur ibu kota Ukraina, Kyiv, menewaskan setidaknya 4 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Ukraina di Starobilsk yang menewaskan 18 orang.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Ukraina berada di balik serangan tersebut, namun Ukraina membantah tuduhan itu. Pasukan militer Ukraina menjelaskan bahwa mereka memang melakukan serangan ke Starobilsk, tetapi tidak ditujukan ke asrama mahasiswa, melainkan ke pangkalan militer Rusia.
Rudal Oreshnik, yang digunakan dalam serangan ini, merupakan rudal hipersonik yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Rudal ini memiliki kemampuan untuk menghantam target dalam jarak antara 3.000 hingga 5.500 kilometer, sehingga dapat menjangkau sebagian besar wilayah Eropa.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah meminta warga untuk mencari tempat perlindungan dan mengumumkan bahwa pihaknya bersiap menghadapi serangan Rusia. Zelensky juga menyebut bahwa Rusia benar-benar menggunakan rudal hipersonik canggih Oreshnik dalam serangan ini.
Pertahanan udara Ukraina dilaporkan telah mencegat 549 drone dan 55 rudal, namun beberapa ledakan keras masih terdengar di ibu kota. Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebut bahwa dua orang tewas di ibu kota dan 56 terluka.
Kesimpulan dari serangan ini adalah bahwa situasi di Ukraina semakin memburuk dan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut. Upaya negosiasi damai antara kedua negara belum berhasil, dan serangan-serangan seperti ini hanya akan memperburuk situasi.









