Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 Juni 2026 | Beberapa hari terakhir, perhatian masyarakat tertuju pada para purnawirawan TNI-Polri yang dinilai perlu menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.
Menurut Dudung, para purnawirawan memiliki peran moral yang sangat penting sebagai teladan bagi masyarakat. Mereka harus tetap berpegang teguh pada ikatan fundamental yang tidak boleh pudar, yakni kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan NKRI.
Sementara itu, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengaku menghadiri reuni mantan pejabat Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid I dan II. Acara tersebut digelar sehari sebelum dirinya menjalani sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Roy menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan gugatan praperadilan yang sedang ditempuhnya. Reuni itu merupakan ajang temu kangen para mantan pejabat pemerintahan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya SBY, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 Boediono. Roy juga mengatakan bahwa sejumlah purnawirawan Polri hadir dalam reuni tersebut, termasuk mantan Kepala Kepolisian RI yang tidak disebutkan namanya.
Dalam kesempatan tersebut, Roy merekam suasana pertemuan dan berencana membagikan cuplikan videonya kepada publik. Namun, bagian suara akan dibuat tidak jelas untuk menghormati privasi para tokoh yang hadir.
Di lain pihak, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) mengusulkan penguatan kewenangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), termasuk pemberian kewenangan penyidikan.
RUU HAM juga memasukkan isu korupsi, lingkungan hidup, pembangunan, dan pemilu ke dalam perspektif hak asasi manusia. Menurut Pigai, penyusunan RUU tersebut melibatkan 17 kementerian dan lembaga serta sejumlah tokoh dan profesional di bidang hukum dan HAM.
Sementara itu, RSI Siti Hajar Sidoarjo menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui deteksi dini dan edukasi.
Dalam kegiatan tersebut, RSI Siti Hajar juga menyediakan layanan Growing Up, yaitu konsultasi tumbuh kembang anak yang dapat diakses secara gratis oleh para orang tua. Melalui layanan tersebut, orang tua memperoleh pendampingan mengenai perkembangan anak sesuai tahapan usia, sekaligus mendapatkan informasi mengenai stimulasi yang diperlukan agar proses tumbuh kembang berlangsung secara optimal.
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai kegiatan dan peristiwa telah terjadi di Indonesia. Mulai dari reuni Kabinet Indonesia Bersatu, pelayanan kesehatan gratis, hingga penyusunan RUU HAM. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat persatuan NKRI.











