Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Juni 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia memerlukan kontrol dan kritik konstruktif untuk menjaga kualitasnya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta.
Hasto menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dari demokrasi dan tidak boleh dihadapi dengan represi. Ia juga menyoroti pentingnya persatuan dan penguatan ideologi kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
PDIP juga mengkritisi iklim demokrasi di Indonesia yang dinilai telah berubah menjadi sentralistik. Hasto menyatakan bahwa demokrasi politik dan ekonomi yang terkandung sebagai substansi pokok demokrasi Indonesia, kini berubah menjadi demokrasi yang sentralistik.
Presiden Prabowo Subianto telah mengapresiasi PDIP karena kritiknya yang konstruktif. Prabowo mengakui bahwa demokrasi memerlukan kontrol dan kritik untuk menjaga kualitasnya.
PDIP Surabaya juga menekankan pentingnya persatuan dan penguatan ideologi kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDIP Surabaya, Eko Wahyono, mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan yang digagas Bung Karno.
PDIP juga menerima bantuan keuangan parpol dari Pemerintah Kota Denpasar sebesar Rp 838 juta. Bantuan keuangan parpol ini disalurkan kepada 7 partai politik yang berhasil mengamankan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar berdasarkan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Kesimpulan, PDIP menegaskan bahwa demokrasi Indonesia memerlukan kontrol dan kritik konstruktif untuk menjaga kualitasnya. PDIP juga menekankan pentingnya persatuan dan penguatan ideologi kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.











