Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Mei 2026 | Ibadah haji bukanlah sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci, melainkan sebuah transformasi jiwa yang dimulai jauh sebelum kaki melangkah meninggalkan rumah. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menjelaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah proses yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
Umat Islam bisa meneladani kebiasaan baik sebelum haji yang dicontohkan ulama, demi meraih predikat mabrur. Perjalanan haji yang suci menuntut kesiapan yang matang, dari sisi administrasi, logistik, hingga sisi spiritual dan moral.
Calon jemaah haji perlu memanjatkan doa-doa persiapan spiritual sebelum haji yang dianjurkan, agar perjalanan ibadah lebih khusyuk dan mencapai derajat mabrur. Doa tersebut mengiringi tiap aktivitas sejak di tanah air, sebelum keberangkatan.
Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sejauh ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyelenggarakan ibadah haji perdana sebagai kementerian baru dengan baik.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai penyelenggaraan ibadah haji sejauh ini berjalan dengan baik. Ia juga mengapresiasi kinerja pihak Kemenhaj yang menyelenggarakan ibadah haji perdana sebagai kementerian baru.
Kesiapan fisik dan spiritual jemaah haji sangat penting dalam mencapai predikat mabrur. Dengan mempersiapkan diri secara matang, jemaah haji dapat meraih pengalaman spiritual yang mendalam dan bermakna.
Kesimpulan, persiapan haji yang matang adalah kunci meraih predikat mabrur. Dengan mempersiapkan diri secara lahir dan batin, jemaah haji dapat mencapai pengalaman spiritual yang mendalam dan bermakna.











