Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Mei 2026 | Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, telah memberikan komitmennya untuk membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang ditahan oleh Israel. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumud Nusantara Command Centre (SNCC), Datuk Sani Araby Abdul Alim Araby, setelah berbicara dengan Perdana Menteri melalui telepon.
Anwar Ibrahim juga menekankan pentingnya meningkatkan diplomasi ekonomi Malaysia untuk menarik investasi berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia meminta para diplomat Malaysia untuk memperkuat kemampuan diplomasi ekonomi, terutama dalam menarik perdagangan, investasi berkualitas, dan menjelajahi kesempatan kerja sama strategis yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, pemerintah Malaysia juga menghadapi tekanan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan kenaikan harga minyak dan produk petroleum. Pada tanggal 20 Mei, pemerintah Malaysia mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk periode 21-27 Mei. Harga BBM subsidi Ron95 tetap dipertahankan pada level RM1,99 per liter, sementara harga BBM non-subsidi Ron95 dan Ron97 meningkat masing-masing sebesar 20 sen dan 15 sen.
Dalam menghadapi situasi ini, pemerintah Malaysia berencana untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan mengurangi biaya subsidi. Pemerintah juga berharap bahwa masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya ini dengan melakukan perencanaan perjalanan yang lebih efisien dan mengurangi penggunaan bahan bakar.
Komitmen Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk membebaskan aktivis GSF 2.0 dan meningkatkan diplomasi ekonomi merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi Malaysia di kancah internasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Malaysia.











