Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Mei 2026 | Proses rekrutmen manajer Koperasi Merah Putih telah memasuki tahap seleksi tertulis Mental Ideologi (MI) dan pemeriksaan kesehatan jiwa. Pada tahap ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilibatkan sebagai bagian dari proses seleksi. Kedua tes tersebut dilakukan serentak di 40 titik di berbagai kota pada Rabu, 20 Mei 2026.
Pelaksanaan tes tertulis MI di Jawa Timur dipantau langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), Letjen TNI Tri Budi Utomo. Dia juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana unsur Kemhan dalam panitia seleksi nasional pengadaan sumber daya manusia Kopdes/Kelurahan Merah Putih.
Menurut Kepala Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, pelaksanaan seleksi tertulis MI digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, dan juga dipusatkan di wilayah Kodam V/Brawijaya. Jumlah peserta seleksi manajer Koperasi Merah Putih mencapai 12.491 orang.
Seleksi pemeriksaan kesehatan dilaksanakan bertahap mulai 21 hingga 31 Mei 2026 di sejumlah fasilitas kesehatan dan lokasi seleksi yang telah ditentukan. Kemhan berkomitmen untuk menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan seleksi, agar mampu menghasilkan sumber daya manusia terbaik bagi Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Pada momen seleksi tertulis, para peserta hadir mengenakan pakaian kemeja putih dan bawahan hitam. Mereka terlihat membawa papan sebagai alas untuk menulis dan map berwarna jingga. Dalam satu dokumentasi yang dibagikan, terpampang halaman depan seleksi tertulis yang diisi peserta. Seleksi tertulis itu berisi pertanyaan terbuka dan membutuhkan uraian panjang.
Pengamat hukum menilai keterlibatan TNI dalam proses seleksi dan pengelolaan koperasi sebagai bentuk campur tangan militer di ranah sipil yang berpotensi mengurangi profesionalisme institusi pertahanan. Namun, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tujuan menjaring generasi muda berintegritas untuk mengisi posisi manajer Koperasi Merah Putih.
Dalam proses seleksi ini, Kemhan berharap dapat menemukan calon manajer yang memiliki integritas dan kemampuan untuk mengelola koperasi dengan baik. Dengan demikian, diharapkan Koperasi Merah Putih dapat berkembang dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Proses seleksi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya koperasi dalam perekonomian nasional. Dengan adanya koperasi, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraannya dan memiliki akses yang lebih baik kepada sumber daya ekonomi.
Sebagai kesimpulan, proses seleksi manajer Koperasi Merah Putih yang melibatkan TNI ini diharapkan dapat menghasilkan calon manajer yang berkualitas dan memiliki integritas. Dengan demikian, Koperasi Merah Putih dapat berkembang dan memberikan manfaat kepada masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya koperasi dalam perekonomian nasional.











