Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Mei 2026 | Pencopotan Luky Alfirman sebagai Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Pencopotan ini diduga terkait dengan isu anggaran motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Purbaya, pengadaan motor listrik tersebut sebenarnya sudah ditolak sejak tahun lalu. Namun, karena adanya celah pada sistem perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, pengadaan tersebut dapat lolos. Purbaya menyebut bahwa sistem yang sebelumnya dibuat justru bisa ditembus hingga anggaran pengadaan tersebut sempat lolos.
Luky Alfirman sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait pencopotannya. Namun, Purbaya telah mengkonfirmasi bahwa pencopotan tersebut telah dilakukan sejak 21 April 2026. Purbaya juga menyebut bahwa akan ada proses pelantikan pada esok hari untuk menggantikan Luky Alfirman.
Isu anggaran motor listrik MBG ini telah menjadi perhatian karena dianggap tidak tepat dan tidak efektif dalam mengatasi masalah gizi masyarakat. Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan pengadaan motor listrik tersebut dan bagaimana anggaran tersebut dapat lolos dari sistem perangkat lunak yang ada.
Kekayaan Luky Alfirman juga telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Namun, sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait kekayaan Luky Alfirman. Purbaya telah menyebut bahwa akan ada proses pelantikan pada esok hari untuk menggantikan Luky Alfirman, namun belum ada informasi lebih lanjut terkait kekayaan mantan Dirjen Anggaran tersebut.
Kesimpulan dari pencopotan Luky Alfirman ini adalah bahwa isu anggaran motor listrik MBG telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Pencopotan Luky Alfirman diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.











