Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juni 2026 | Pemadaman listrik telah menjadi fenomena yang kerap terjadi di Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Bali. Pemadaman listrik ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerusakan pada peralatan elektronik rumah tangga.
Menurut Dr. Ir. Kevin Marojahan Banjar Nahor, pakar tenaga listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), ada dua faktor yang menyebabkan pemadaman listrik, yaitu force outage dan derating. Force outage adalah pemadaman listrik yang disebabkan oleh kerusakan tak terduga atau kondisi darurat, sedangkan derating adalah tindakan yang dilakukan untuk menurunkan kapasitas operasi pembangkit listrik.
Pemadaman listrik juga dapat disebabkan oleh penurunan stok batu bara dan minyak bagi operasional pembangkit listrik. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengkonfirmasi bahwa pemadaman listrik di Bali pada 12 Juni 2026 bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sekaligus menjaga kualitas pasokan listrik kepada pelanggan.
Untuk mencegah pemadaman listrik, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal.
Warga yang terkena dampak pemadaman listrik diharapkan untuk tetap tenang dan sabar, serta melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi peralatan elektronik mereka. Dengan demikian, kita dapat mengurangi dampak pemadaman listrik dan menjaga keamanan serta kenyamanan hidup sehari-hari.
Kesimpulan, pemadaman listrik di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk force outage, derating, dan penurunan stok batu bara dan minyak. Oleh karena itu, kita perlu melakukan tindakan pencegahan dan mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal.











