Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Juni 2026 | Eksekusi pengosongan paksa lahan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) atau Hotel Sultan, Jakarta Pusat, memunculkan kekhawatiran bagi para pekerjanya. Di balik hotel yang kini tak lagi beroperasi, ada ratusan nasib pekerja yang masih belum mendapat kejelasan hingga saat ini.
Salah satu wajah pilu dari dampak eksekusi ini adalah Muhidin (53), pria yang sudah bekerja di Hotel Sultan sejak 1994. Muhidin tampak gundah saat ditemui usai mendaftarkan diri di posko pendataan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), Senin (22/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Pertemuan tersebut salah satunya membahas langkah strategis pengembangan sektor pariwisata nasional, termasuk rencana transformasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi ikon baru Indonesia berstandar internasional.
Rosan mengatakan, Presiden Prabowo mengarahkan agar pengembangan kawasan GBK dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta. Menurut Rosan, pengembangan tersebut tidak hanya mencakup revitalisasi Hotel Sultan, tetapi juga penataan ulang seluruh kawasan GBK yang memiliki luas sekitar 200 hektare.
Pengelolaan kawasan nantinya dapat melibatkan sejumlah entitas milik negara, di antaranya InJourney dan Meru, setelah seluruh proses administrasi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sekretariat Negara selesai. Meski demikian, Rosan menegaskan bahwa konsep akhir pengembangan kawasan masih terus dimatangkan.
Dia memastikan fungsi perhotelan tetap akan menjadi bagian dari kawasan tersebut, meskipun nantinya dikembangkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif. Pembongkaran Hotel Sultan menjadi salah satu opsi yang dibuka untuk mengembangkan kawasan GBK menjadi ikon baru Jakarta.
Setelah proses eksekusi, cerita baru gedung yang berdiri sejak 1976 itu terbuka di tangan pemerintah. Pemerintah menggunakan kata “eventually” yang mengarah pada pembongkaran atau dirobohkan. Rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru, dengan pembongkaran Hotel Sultan sebagai salah satu opsi.
Kawasan GBK nantinya ditargetkan menjadi pusat olahraga dan ekonomi berkelas dunia yang terintegrasi. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata nasional. Upaya tersebut tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong kenaikan nilai belanja wisatawan yang masih tertinggal dibanding sejumlah negara ASEAN.
Danantara menilai Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura dari sisi jumlah kunjungan maupun rata-rata pengeluaran wisatawan. Dengan demikian, pengembangan kawasan GBK menjadi ikon baru Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pariwisata nasional dan memajukan perekonomian Indonesia.











