Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Pada momentum peringatan Hari Kartini, PT Pertamina Patra Niaga menyoroti peran penting pelaut perempuan dalam rantai pasok energi nasional maupun internasional. Dua sosok yang menjadi sorotan utama adalah Noor Faridah, Mualim II berpengalaman lebih dari satu dekade, dan Roro Anka Nurasti, 3rd Officer yang menapaki jenjang karier dari Mualim IV hingga posisi strategis saat ini.
Noor Faridah memulai kariernya di industri maritim lebih dari sepuluh tahun lalu, menguasai berbagai tipe kapal, mulai dari tanker crude hingga kapal gas cair. Ia telah menavigasi rute internasional yang menantang, termasuk Selat Hormuz, Teluk Persia, hingga pelabuhan di Irak. “Setiap pelayaran membawa tanggung jawab besar karena energi yang kami bawa akan langsung sampai ke rumah-rumah masyarakat,” ujar Noor dalam pernyataan tertulisnya. Pengalaman panjangnya menjadikannya figur kunci dalam memastikan pasokan energi tetap stabil meski harus berpisah jauh dari keluarga.
Sementara itu, Roro Anka Nurasti menapaki jalur karier sebagai pelaut perempuan yang menembus tradisi maskulinitas di laut. Setelah berhasil menyelesaikan pelatihan Mualim IV, Anka kini menjabat sebagai 3rd Officer, bertanggung jawab atas operasional harian kapal, termasuk pemantauan sistem navigasi, koordinasi tim, dan penanganan situasi darurat. “Menjadi pelaut bukan sekadar pekerjaan, melainkan pilihan berani untuk membuktikan bahwa perempuan dapat berkontribusi di bidang yang didominasi laki‑laki,” katanya.
Keberadaan kedua pelaut ini memperkuat pesan bahwa sektor maritim Indonesia kini semakin inklusif. Pertamina Patra Niaga, sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa distribusi energi melalui jalur laut memerlukan ketelitian, disiplin, dan keberanian – kualitas yang dimiliki oleh pelaut perempuan ini.
Berikut rangkuman kontribusi utama Noor Faridah dan Roro Anka Nurasti:
- Noor Faridah: Mengoperasikan lebih dari 20 pelayaran internasional; menguasai navigasi di zona konflik; memastikan pengiriman crude oil dan LNG tepat waktu.
- Roro Anka Nurasti: Memimpin tim teknis di atas kapal; mengimplementasikan prosedur keselamatan terbaru; menjadi mentor bagi rekan-rekan wanita baru.
Selain kontribusi operasional, kedua pelaut ini juga aktif dalam program edukasi internal Pertamina yang bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan di bidang maritim. Mereka sering menjadi narasumber dalam seminar internal, berbagi pengalaman, serta memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya perempuan, untuk mempertimbangkan karier di laut.
Momentum Hari Kartini menegaskan pentingnya kesetaraan gender tidak hanya di darat, melainkan juga di laut. Sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk menembus batas tradisional. Dalam konteks ini, keberhasilan Noor Faridah dan Roro Anka Nurasti menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini terus hidup di garis depan distribusi energi.
Para ahli industri energi menilai bahwa diversifikasi tenaga kerja, termasuk peningkatan partisipasi pelaut perempuan, dapat meningkatkan efisiensi operasional dan inovasi. “Keberagaman perspektif di atas kapal memperkaya proses pengambilan keputusan, terutama dalam situasi kritis,” ujar seorang analis maritim independen.
Dengan dukungan kebijakan internal Pertamina Patra Niaga yang memprioritaskan inklusi gender, diharapkan lebih banyak perempuan akan bergabung dalam profesi pelayaran. Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor strategis nasional.
Secara keseluruhan, cerita Noor Faridah dan Roro Anka Nurasti bukan hanya tentang keberhasilan individu, melainkan tentang transformasi budaya kerja di industri energi Indonesia. Kedua pelaut ini membuktikan bahwa dedikasi, kompetensi, dan semangat keberanian dapat menjembatani kebutuhan energi bangsa dengan nilai kesetaraan gender.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus menggali potensi pelaut perempuan melalui program pelatihan, beasiswa, dan kebijakan kerja yang fleksibel, memastikan bahwa jalur distribusi energi nasional tetap kuat, handal, dan inklusif.











