Nasional

Indonesia Capai Swasembada Pangan: Impor Turun 5%, Stok Beras Melewati 5 Juta Ton!

×

Indonesia Capai Swasembada Pangan: Impor Turun 5%, Stok Beras Melewati 5 Juta Ton!

Share this article
Indonesia Capai Swasembada Pangan: Impor Turun 5%, Stok Beras Melewati 5 Juta Ton!
Indonesia Capai Swasembada Pangan: Impor Turun 5%, Stok Beras Melewati 5 Juta Ton!

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | JAKARTA, 29 April 2026 – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa ketegangan geopolitik di Selat Hormuz tidak mengancam ketahanan pangan Indonesia. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa 11 pangan pokok strategis tetap berada dalam posisi surplus, meski ada dinamika internasional yang dapat mengganggu jalur perdagangan laut.

Data neraca pangan terbaru menunjukkan bahwa total impor pangan nasional hanya mencapai sekitar 3,5 juta ton, setara dengan 4,8‑5,0 persen dari total produksi tahunan 73 juta ton. Angka ini berada jauh di bawah batas maksimal 10 persen yang ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai kriteria swasembada pangan. Impor utama meliputi kedelai dari Amerika Serikat, daging kerbau dari India, sapi dari Australia, serta bawang putih dari China – semua tidak melintasi Selat Hormuz.

📖 Baca juga:
BNI Klarifikasi 3 Poin Utama Penggelapan Dana Gereja Aek Nabara Rp 28 Miliar: Solusi, Prosedur, dan Tanggung Jawab

Berikut adalah 11 komoditas pangan strategis yang kini berada dalam kondisi surplus:

  • Ber­as
  • Jagung pakan
  • Cabai rawit
  • Cabai besar
  • Daging ayam
  • Telur ayam
  • Bawang merah
  • Gula konsumsi
  • Kedelai
  • Bawang putih
  • Daging sapi dan kerbau

Ketiga komoditas yang masih memerlukan impor adalah kedelai (sekitar 2,6 juta ton), bawang putih (600 ribu ton) dan daging ruminansia (350 ribu ton). Karena sumber impor tidak berasal dari wilayah konflik, jalur distribusi tetap lancar dan tidak menimbulkan tekanan signifikan pada pasar domestik.

Stabilitas harga pangan juga tercermin dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang ditunjukkan BPS. Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, mencatat bahwa pada minggu keempat April 2026 hanya 13 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, turun signifikan dari 21 provinsi pada minggu pertama. Penurunan serupa terjadi di level kabupaten/kota, dari 137 daerah naik menjadi 126 daerah.

📖 Baca juga:
Pemkot Jaksel Rencanakan Pemanfaatan Ikan Sapu‑Sapu sebagai Pakan Ternak, Kolaborasi Lintas Sektor Diresmikan

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia kini resmi mencapai swasembada pangan. “Dengan impor hanya sekitar 5 persen, kita berada dalam zona aman menurut standar FAO. Produksi nasional 73,7 juta ton per tahun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan 68 juta ton,” ujarnya dalam rapat kerja di Kementerian Pertanian.

Keberhasilan ini mendapatkan pujian dari anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv. Ia mencatat bahwa stok beras nasional telah menembus 5 juta ton, cukup untuk mendukung ketahanan pangan hingga 324 hari ke depan. “Presiden Prabowo menargetkan swasembada beras dalam empat tahun, namun Menteri Amran mencapainya dalam satu setengah tahun. Ini luar biasa,” kata Rajiv dalam pernyataannya pada 27‑28 April 2026.

Rajiv juga menyoroti program-program strategis Kementan, termasuk perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, subsidi pupuk, dan hilirisasi sektor perkebunan. Namun ia mengingatkan agar pemerintah tetap waspada terhadap ancaman iklim, khususnya fenomena El Nino yang dapat menurunkan curah hujan dan mengganggu produksi.

📖 Baca juga:
Otorita IKN Gali Potensi Rotan, Bentengi Warga dari Hoaks Rekrutmen, dan Jalin Kerja Sama Internasional

Secara keseluruhan, capaian swasembada pangan Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat posisi negara dalam menghadapi gejolak geopolitik dan perubahan iklim. Dengan stok beras melimpah, harga pangan yang stabil, dan impor yang terkontrol, Indonesia berada pada posisi yang kuat untuk memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *