Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Agustus 2026 | Mati listrik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia baru-baru ini telah memunculkan kekhawatiran masyarakat tentang keandalan pasokan listrik nasional. Pemadaman listrik yang terjadi di Jabodetabek dan sebagian wilayah Sumatera dan Jawa beberapa waktu lalu kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keandalan pasokan listrik nasional.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa sistem kelistrikan yang bergantung pada pembangkit listrik terpusat masih rentan mengalami gangguan. Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan (SUSTAIN) mendorong pemerintah dan PT PLN (Persero) segera menghapus kebijakan kuota Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, khususnya untuk rumah tangga dan komunitas.
Menurut SUSTAIN, semakin banyak masyarakat yang dapat memasang PLTS Atap, semakin besar pula peluang mengurangi ketergantungan terhadap sistem kelistrikan terpusat saat terjadi gangguan. Lead Researcher SUSTAIN, Adila Isfandiari, menilai pembatasan kuota PLTS Atap justru menghambat percepatan pemanfaatan energi surya di Indonesia.
Padahal, menurutnya, pembangkit listrik yang dipasang di rumah maupun komunitas memiliki risiko lebih kecil terhadap stabilitas jaringan dibandingkan pembangkit berskala besar. Ia menilai PLTS Atap dapat menjadi sumber listrik tambahan ketika jaringan utama mengalami gangguan seperti yang terjadi dalam peristiwa pemadaman beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, lift Halte Polda Metro Jaya yang tidak beroperasi akibat gangguan kelistrikan telah menuai banyak keluhan dari para pejalan kaki dan pengguna Transjakarta. Kondisi ini menyulitkan mobilitas harian, terutama untuk penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia.
Selain itu, kebiasaan di dapur yang membuat tagihan listrik naik juga perlu diperhatikan. Menghabiskan waktu di dapur untuk memasak hidangan favorit keluarga memang menjadi momen yang sangat menyenangkan, namun beberapa aktivitas memasak sehari-hari yang terlihat sepele ternyata merupakan kebiasaan di dapur yang membuat tagihan listrik naik secara signifikan setiap bulannya.
Memahami cara kerja dan penggunaan alat elektronik dapur yang tepat sering kali luput dari perhatian para ibu rumah tangga di rumah. Padahal, mengenali pola konsumsi energi yang salah ini sangat penting agar pengeluaran bulanan bisa dikelola dengan lebih bijak dan efisien.
Sebuah studi dari Lawrence Berkeley National Laboratory mengingatkan bahwa perubahan kecil pada cara kita menggunakan kulkas atau oven bisa memberikan dampak besar bagi kantong. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kebiasaan di dapur yang membuat tagihan listrik naik dan mengambil tindakan untuk menguranginya.
Kesimpulan, mati listrik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia telah memunculkan kekhawatiran masyarakat tentang keandalan pasokan listrik nasional. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem kelistrikan terpusat dan mengembangkan sumber listrik alternatif seperti PLTS Atap. Selain itu, memperhatikan kebiasaan di dapur yang membuat tagihan listrik naik juga sangat penting untuk mengurangi pengeluaran bulanan dan meningkatkan efisiensi energi.











