BERITA

Mati Lampu di Jakarta: Dari Kebakaran Gedung Bapenda hingga Sistem Pengelolaan PJU di Bandung

×

Mati Lampu di Jakarta: Dari Kebakaran Gedung Bapenda hingga Sistem Pengelolaan PJU di Bandung

Share this article
Mati Lampu di Jakarta: Dari Kebakaran Gedung Bapenda hingga Sistem Pengelolaan PJU di Bandung
Mati Lampu di Jakarta: Dari Kebakaran Gedung Bapenda hingga Sistem Pengelolaan PJU di Bandung

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Agustus 2026 | Belakangan ini, Jakarta dan sekitarnya mengalami beberapa insiden yang terkait dengan mati lampu, baik itu karena kebakaran, kecelakaan, maupun masalah teknis. Salah satu insiden yang paling menarik perhatian adalah kebakaran Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta, yang menyebabkan sistem pengaturan lalu lintas di Jakarta terganggu.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kebakaran yang terjadi di lantai 16 gedung tersebut menyebabkan sistem Traffic Management Control (TMC) atau Intelligent Traffic Control System (ITCS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terdampak. Akibatnya, pengaturan lampu lalu lintas yang sebelumnya dilakukan secara otomatis kini harus dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan.

📖 Baca juga:
Pegawai Negeri Sipil: Antara Impian dan Realita

Untuk mengantisipasi dampak terhadap kelancaran lalu lintas, Pramono menginstruksikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta menambah personel di lapangan. Penambahan petugas dilakukan agar pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang terdampak tetap berjalan meskipun sistem ITCS tidak dapat digunakan secara otomatis seperti sebelumnya.

Sementara itu, di Bandung, Pemerintah Kota Bandung menyiapkan skema managed service atau buy the service sebagai strategi baru untuk membenahi pengelolaan lampu jalan umum (PJU). Skema ini memungkinkan pemerintah untuk membeli layanan pengelolaan, pemeliharaan, dan pengawasan berbasis teknologi, sehingga penanganan kerusakan lebih cepat dan terukur.

📖 Baca juga:
Desil dan Bantuan Sosial: Menyusuri Polemik Penyaluran Bansos di Indonesia

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa persoalan PJU tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola lama yang mengandalkan laporan masyarakat atau pemantauan manual petugas. Ia menekankan bahwa sistem yang sementara dilakukan secara manual membuat banyak lampu jalan yang mati atau tidak berfungsi baru diperbaiki setelah ada aduan, sehingga respons pemerintah sering kali terlambat.

Dalam konteks yang lebih luas, mati lampu juga dapat terjadi karena masalah teknis, seperti yang terjadi pada sepeda motor yang ditabrak mobil perwira polisi di Sulawesi Selatan. Insiden ini menyebabkan seorang balita berusia empat tahun meninggal dunia.

📖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Turun Tipis Setelah Rencana Trump Keluarkan Kapal dari Hormuz

Untuk mencegah insiden seperti ini, penting bagi kita untuk memahami sistem kelistrikan yang perlu diperiksa saat mobil mogok. Beberapa komponen listrik yang perlu diperiksa secara mandiri dengan alat sederhana seperti obeng atau testpen antara lain terminal aki, alternator, sabuk penggerak, sekring, koil pengapian, dan kabel massa.

Dengan memahami kelima poin di atas, kita tidak hanya menghemat biaya derek tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri saat berkendara jarak jauh. Selain itu, penting bagi pemerintah untuk terus meningkatkan sistem pengelolaan PJU dan lalu lintas, sehingga insiden mati lampu dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat dapat terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *