Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Mei 2026 | Kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026, telah menewaskan 16 orang dan melukai banyak lainnya. Menurut Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, masinis kereta api telah melakukan pengereman pelan sekitar 1,3 kilometer sebelum insiden tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
KNKT menyatakan bahwa informasi mengenai adanya tabrakan di jalur depan disampaikan oleh pusat pengendali operasi kepada masinis melalui komunikasi suara. Karena hanya menerima informasi melalui komunikasi suara, petugas pengendali operasi tidak mengetahui secara rinci situasi di lokasi kejadian dan meminta masinis mengurangi kecepatan sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Selain mengurangi kecepatan, masinis juga diminta memperbanyak penggunaan semboyan 35 atau membunyikan klakson sebagai peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di jalur kereta. KNKT menyatakan bahwa masinis telah merespons arahan dari pusat pengendali operasi di Manggarai dengan melakukan tindakan sesuai informasi yang diterima sebelum insiden kecelakaan terjadi.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi juga memaparkan kronologi kecelakaan kereta api di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Menurutnya, kecelakaan terjadi pada pukul 20.52 WIB dan mengakibatkan total 124 korban. Dari jumlah tersebut, 16 orang meninggal dunia, lima orang masih menjalani perawatan, sementara 103 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing.
KNKT memperkirakan bahwa proses investigasi akan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk menyelesaikan. Tim investigasi saat ini masih mengumpulkan, memverifikasi, dan mengolah berbagai data pendukung yang diperlukan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi.
Kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. KNKT dan pihak berwenang lainnya harus bekerja sama untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.











