Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Juli 2026 | Xenophobia kembali melanda Afrika Selatan, dengan demonstran menggelar aksi protes menuntut pengusiran imigran ilegal dari negara tersebut. Aksi protes ini dikabarkan telah menewaskan empat orang dan menyebabkan ribuan imigran ilegal melarikan diri.
Deputy Minister Mmapaseka Steve Letsike menyerukan agar warga Afrika Selatan dan imigran sama-sama menolak kekerasan, intimidasi, xenophobia, dan hasutan online. Ia menekankan bahwa kekhawatiran tentang imigrasi dan keamanan harus diatasi melalui proses hukum dan konstitusional, bukan melalui tindakan vigilantisme.
Sementara itu, Pemerintah Federal Nigeria telah memulai upaya untuk meminta ganti rugi dari Pemerintah Afrika Selatan atas bisnis dan properti yang ditinggalkan oleh warga Nigeria yang kembali ke negara asalnya akibat meningkatnya ketegangan anti-imigran. Alexander Ajayi, Aktor Tingkat Tinggi Nigeria di Afrika Selatan, mengungkapkan bahwa pemerintah akan memastikan bahwa warga Nigeria yang dipaksa meninggalkan investasi mereka tidak akan dibiarkan menanggung kerugian sendirian.
Dalam konteks lain, aksi protes serupa juga terjadi di Mexico, di mana puluhan fans sepak bola Mexico berkumpul di luar hotel tempat tim nasional Ekuador menginap sebelum pertandingan Piala Dunia. Mereka membawa speaker, drum, kembang api, dan teriakan untuk mencoba mengganggu istirahat lawan mereka. Namun, media Ekuador kemudian melaporkan bahwa suara di luar hotel tidak mengganggu tim mereka untuk tidur nyenyak.
Xenophobia dan ketegangan anti-imigran semakin meningkat di Afrika Selatan, dengan beberapa negara Afrika lainnya telah memulai upaya repatriasi sukarela bagi warga negara mereka. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional dan menekankan pentingnya menangani isu imigrasi dan keamanan dengan cara yang konstruktif dan damai.











