Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 27 Juni 2026 | Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, membantah pernyataan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang menyatakan bahwa ratusan pesawat Amerika Serikat (AS) lepas landas dari pangkalan militer AS di Italia untuk mendukung serangan terhadap Iran.
Menurut Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, pemerintah hanya mengizinkan aktivitas teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah bertindak sesuai konstitusi, perjanjian internasional, dan kesepakatan yang mengatur pangkalan militer sekutu di wilayah Italia.
Italia diketahui menjadi tuan rumah sekitar 120 fasilitas militer AS, termasuk pangkalan udara angkatan laut Sigonella di Sisilia dan Pangkalan Udara Aviano di Italia utara. Namun, pemerintah Italia berulang kali menyatakan tidak pernah mengizinkan wilayah Italia digunakan untuk aksi militer langsung terhadap Iran.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, sebelumnya menyatakan bahwa sekitar 500 pesawat Amerika Serikat lepas landas dari pangkalan militer AS di Italia untuk mendukung “Operation Epic Fury”, nama operasi militer Washington yang dilancarkan bersama Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut memicu polemik politik di Italia karena Rome berulang kali menyatakan tidak pernah mengizinkan wilayah Italia digunakan untuk aksi militer langsung terhadap Iran. Italia menegaskan bahwa mereka hanya mengizinkan aktivitas teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik.
Konflik antara AS dan Iran meningkat setelah serangan drone terhadap kapal AS yang dilaporkan melanggar gencatan senjata. AS kemudian melancarkan serangan terhadap Iran sebagai balasan.
Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO, menyatakan bahwa mereka mendukung sepenuhnya strategi AS terhadap Iran dan menekankan pentingnya kerja sama antara negara-negara sekutu dalam menghadapi ancaman keamanan.
Italia dan negara-negara Eropa lainnya berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan AS dan Iran, namun pernyataan Mark Rutte telah menimbulkan ketegangan dalam hubungan tersebut.
Kesimpulan, pemerintah Italia membantah keterlibatan langsung dalam konflik Iran dan menegaskan bahwa mereka hanya mengizinkan aktivitas teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik. Pernyataan Mark Rutte telah menimbulkan polemik politik di Italia dan menegangkan hubungan antara Italia, AS, dan Iran.











