Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 Juli 2026 | Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melakukan demonstrasi babak baru peperangan laut dengan menenggelamkan kapal serbu amfibi USS Peleliu (LHA-5) menggunakan drone laut kamikaze dalam latihan multinasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026.
Latihan ini menunjukkan keseriusan Angkatan Laut AS dalam mengintegrasikan sistem tempur tanpa awak di udara, permukaan laut, dan bawah laut sebagai bagian dari konsep peperangan modern.
Dua drone laut tanpa awak meluncur ke arah lambung USS Peleliu, yang telah dipensiunkan dari dinas aktif, sebelum meledak di dekat garis air.
Penyerangan ini menjadi tahap akhir dari latihan penenggelaman (SINKEX) setelah kapal lebih dulu dihantam berbagai jenis rudal, termasuk Harpoon, Spike, dan Long Range Anti-Ship Missile (LRASM).
Penggunaan drone laut kamikaze dalam latihan tersebut menjadi salah satu momen paling penting di RIMPAC 2026.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Angkatan Laut AS dalam mengintegrasikan sistem tempur tanpa awak di udara, permukaan laut, dan bawah laut sebagai bagian dari konsep peperangan modern.
Analis menilai demonstrasi ini juga mencerminkan pelajaran yang dipetik AS dari keberhasilan Ukraina menggunakan drone laut untuk menyerang Armada Laut Hitam Rusia.
Perkembangan ini berlangsung bersamaan dengan kerja sama industri pertahanan antara perusahaan Ukraina UForce dan perusahaan AS ReconCraft.
Keduanya baru saja menandatangani nota kesepahaman untuk memproduksi drone laut keluarga Magura secara berlisensi di Amerika Serikat.
Salah satu pendiri ReconCraft, Joe Silkowski, mengatakan kemitraan ini ditujukan untuk memproduksi ratusan hingga ribuan drone Magura setiap tahun.
UForce menegaskan bahwa versi Magura untuk kebutuhan militer AS tidak akan identik dengan yang digunakan Ukraina.
Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa perbedaan kondisi operasi antara Laut Hitam dan kawasan maritim lain menuntut perubahan desain yang signifikan.
Karenanya, menurut mereka, tidak ada konsep drone laut yang benar-benar universal dan dapat digunakan tanpa modifikasi di semua wilayah operasi.
Kesimpulan dari latihan ini menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS serius dalam mengembangkan teknologi drone laut kamikaze sebagai bagian dari strategi peperangan modern.











