Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Juni 2026 | Kemacetan di Jakarta masih menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan. Salah satu upaya untuk mengatasi kemacetan adalah dengan menerapkan kebijakan ganjil genap. Kebijakan ini telah berjalan beberapa waktu, namun masih belum efektif dalam mengurangi kemacetan.
Pengamat transportasi, Deddy Herlambang, mengusulkan agar kebijakan ganjil genap diterapkan selama 24 jam. Menurutnya, kebijakan ini dapat membantu mengurangi kemacetan di Jakarta. Deddy juga menyarankan agar pemerintah meningkatkan ketersediaan transportasi umum yang nyaman dan efektif, sehingga masyarakat dapat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi.
Saat ini, Jakarta telah memiliki beberapa moda transportasi umum, seperti MRT, Transjakarta, LRT, dan KRL. Namun, masih banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena ketersediaan lahan parkir yang masih luas dan nyaman.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan beberapa kantong parkir resmi untuk mendukung kelancaran mobilitas pengunjung Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki. Pengunjung diimbau untuk memanfaatkan lokasi parkir resmi yang telah disediakan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kemacetan di Jakarta bukan hanya disebabkan oleh kurangnya transportasi umum, tetapi juga oleh masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih efektif untuk mengurangi kemacetan, seperti penerapan kebijakan ganjil genap selama 24 jam dan peningkatan ketersediaan transportasi umum yang nyaman dan efektif.
Di samping itu, masyarakat juga perlu memahami perbedaan antara SIM Indonesia dan internasional. SIM Indonesia hanya berlaku di dalam negeri, sedangkan SIM internasional berlaku di beberapa negara sahabat dan memiliki jangkauan wilayah yang lebih luas.
Dalam upaya mengatasi kemacetan di Jakarta, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk meningkatkan ketersediaan transportasi umum yang nyaman dan efektif, serta menerapkan kebijakan yang lebih efektif untuk mengurangi kemacetan. Dengan demikian, diharapkan kemacetan di Jakarta dapat berkurang dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.











