Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Mei 2026 | Hantavirus, sebuah virus yang telah lama dikenal dalam dunia medis, kembali menjadi perhatian publik setelah kasus di kapal pesiar internasional ramai diberitakan. Virus ini, yang pertama kali ditemukan di Korea Selatan pada tahun 1978, telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Penelitian mengenai hantavirus mulai berkembang setelah Perang Korea berlangsung pada 1951 hingga 1953. Saat itu, ribuan tentara Pasukan PBB mengalami demam berdarah misterius dengan gangguan ginjal yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Kondisi tersebut akhirnya mendorong ilmuwan melakukan penelitian lebih mendalam terhadap penyakit tersebut.
Hantavirus ditemukan pada hewan pengerat kecil bernama Apodemus agrarius di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan. Virus tersebut kemudian diberi nama virus Hantaan sesuai lokasi penemuannya. Dari sinilah sejarah hantavirus mulai dikenal luas dalam dunia medis modern.
Di Indonesia, hantavirus juga telah ditemukan. ‘Serang Virus’, dikenal sebagai Hantavirus lokal, ditemukan di Serang, Banten. Meskipun belum pernah dilaporkan menginfeksi manusia di Indonesia, pemerintah tetap melakukan surveilans untuk mendeteksi kemungkinan kasus hantavirus di Tanah Air.
Gejala hantavirus bervariasi, mulai dari demam berdarah hingga gangguan ginjal. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi, atau melalui udara yang terkontaminasi dengan virus. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti menghindari kontak langsung dengan tikus atau celurut, serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sepatu bot, sangat penting dilakukan.
Penelitian tentang hantavirus terus berlanjut, dan para ilmuwan terus berusaha untuk memahami lebih lanjut tentang virus ini. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan cara yang lebih efektif untuk mencegah dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh hantavirus.
Kesimpulan, hantavirus adalah sebuah virus yang telah lama dikenal dalam dunia medis, dan telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi, serta menggunakan alat pelindung diri, sangat penting dilakukan.











