Ekonomi

Danantara Bidik Proyek PSEL untuk IPO 2028

×

Danantara Bidik Proyek PSEL untuk IPO 2028

Share this article
Danantara Bidik Proyek PSEL untuk IPO 2028
Danantara Bidik Proyek PSEL untuk IPO 2028

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Mei 2026 | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan perusahaan holding proyek PSEL, yakni PT Daya Energi Bersih Nusantara (PT Denera), bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir 2028 setelah seluruh proyek mulai menghasilkan arus kas.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa holding proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tersebut akan menaungi 33 proyek dengan total nilai investasi mendekati 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp85 triliun-Rp90 triliun.

📖 Baca juga:
Dividen Jumbo BBRI Rp16,67 Triliun ke Danantara: Sinyal Positif bagi Pasar dan Dukungan Program Pemerintah

Pandu juga mengatakan bahwa Danantara bersama pemerintah juga akan meluncurkan batch kedua proyek PSEL, bersamaan dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA). Setelah seluruh PPA rampung, pembangunan proyek ditargetkan mulai pada pekan pertama Juni 2026.

Dalam pengembangan fase kedua, Danantara juga akan meningkatkan porsi kepemilikan minimal menjadi 51 persen. Pandu mengatakan bahwa pengembangan proyek dilakukan dengan melibatkan bersama mitra asing dan domestik untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Indonesia.

Lebih dari 100 investor telah mendaftar dalam pengembangan proyek PSEL tahap kedua di berbagai daerah. Mitra yang terlibat akan dipilih berdasarkan teknologi terbaik untuk pengolahan sampah.

Pandu juga menyebutkan bahwa PT Danantara Investment Management bersama anak perusahaan, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), akan ikut berpartisipasi dalam seluruh proyek PSEL tersebut.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota dengan kondisi sampah darurat atau timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari. Program tersebut dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.

Danantara juga telah mulai melakukan investasi atau membeli saham beberapa emiten melalui manajer-manajer investasi yang dipilih. Pandu mengatakan bahwa Danantara tidak hanya membeli saham-saham perusahaan BUMN namun juga perusahaan swasta yang memiliki fundamental dan prospek bagus kedepannya.

Kesimpulan, Danantara menargetkan proyek PSEL untuk IPO 2028 dan telah memulai investasi di beberapa emiten. Dengan demikian, diharapkan proyek PSEL dapat membantu mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Indonesia dan meningkatkan perekonomian negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *