Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Mei 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan penjelasan terkait foto viral sepatu untuk siswa program Sekolah Rakyat yang dikaitkan dengan isu pengadaan sepatu senilai sekitar Rp 700 ribu per pasang. Gus Ipul menegaskan bahwa sepatu dalam foto yang viral tersebut bukan bagian dari pengadaan Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Pengadaan sepatu lapangan untuk program Sekolah Rakyat dengan anggaran Rp27 miliar dilakukan pada 2025. Gus Ipul menjelaskan bahwa besaran nilai barang dalam proses pengadaan di Kemensos biasanya melihat harga pasar, kemudian dikonsultasikan ke ahli. Harga realisasi biasanya akan lebih murah dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Gus Ipul mengatakan bahwa masukan-masukan dari KPK sangat penting karena Kemensos tengah bersiap untuk pengadaan barang dan jasa tahun ini. Ia menegaskan keinginan agar program-program di kementeriannya, termasuk Sekolah Rakyat, tidak dikotori oleh praktik korupsi.
Kemensos masih berada di peringkat ke-167 di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait pengadaan barang dan jasa. Kemensos belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup untuk bisa melaksanakan pengadaan barang dan jasa di mana anggarannya akan semakin besar.
Gus Ipul memastikan tidak ada kebocoran anggaran pengadaan sepatu untuk siswa SD hingga SMA senilai Rp 27 miliar atau Rp 700.000 per pasang sepatu. Menurut Gus Ipul, penganggarannya sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan diperuntukkan untuk siswa SD hingga SMA sekolah rakyat.
Kesimpulan dari penjelasan Gus Ipul adalah bahwa pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak ada indikasi kebocoran anggaran. Gus Ipul berharap bahwa program-program di kementeriannya dapat terlaksana dengan transparan dan adil, serta bebas dari praktik korupsi.











