Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | Penampilan gemilang Myles Lewis-Skelly di tengah lapangan telah mengubah dinamika Arsenal menjelang final Liga Champions 2025/2026. Pemain berusia 19 tahun ini, yang dulu dikenal sebagai bek kiri andalan, kini menjadi pilihan utama Mikel Arteta dalam susunan tengah, menimbulkan perbincangan hangat mengenai masa depannya di London dan potensi tawaran dari klub lain seperti Everton.
Dalam laga semifinal kedua melawan Atletico Madrid, Lewis‑Skelly tampil menguasai ritme permainan, menyalurkan bola dengan akurat, dan menunjukkan kemampuan defensif yang solid. Kemenangannya 1-0 tidak hanya mengantarkan Arsenal ke final, tetapi juga menegaskan bahwa perubahan taktik Arteta berhasil. Thierry Henry, yang menjadi narasumber di Monday Night Football, memuji pemain muda itu: “Dia berbeda, bagus dalam mengontrol permainan, membaca pergerakan lawan, dan selalu siap menyerang.” Henry menilai bahwa Lewis‑Skelly layak dipertimbangkan untuk memulai melawan Atletico, bahkan mengalahkan Martin Zubimendi yang sempat menjadi pilihan cadangan.
Jamie Carragher pula menyoroti sinergi antara Lewis‑Skelly dan Declan Rice yang kini lebih sering beroperasi di posisi enam. Carragher menilai, “Kehadiran Lewis‑Skelly menambah dinamika dan kecepatan dalam transisi, memungkinkan Rice berperan lebih agresif di lini tengah.” Ia menambahkan bahwa kedalaman skuad tengah Arsenal meningkat secara signifikan berkat penempatan dua pemain muda ini.
Sementara pujian datang dari pundit, situasi kontrak Lewis‑Skelly menjadi sorotan di luar lapangan. Arsenal mengikatnya hingga 2030, namun laporan internal mengindikasikan klub bersiap menerima tawaran yang menggiurkan. Everton, yang tengah mencari penguatan untuk memperkuat lini tengah, dikabarkan sudah memantau perkembangan pemain tersebut. Jika transfer terjadi, Arsenal akan kehilangan salah satu aset berharga yang baru saja menegaskan perannya di kancah Eropa.
Berita tentang minat Everton muncul bersamaan dengan penurunan peran Lewis‑Skelly di posisi bek kiri. Musim ini ia berada di urutan ketiga dalam pilihan Arteta setelah Riccardo Calafiori dan Piero Hincapie. Penurunan waktu bermain tersebut turut mempengaruhi peluangnya masuk skuad timnas Inggris, yang kini mencari alternatif lain.
Meski demikian, performa di Liga Champions menambah nilai jualnya. Di laga melawan Fulham, Lewis‑Skelly bersama Rice mengendalikan lini tengah, memberikan Arsenal kontrol permainan yang belum tampak pada pertemuan melawan Manchester City sebelumnya. Bukayo Saka juga menambah kontribusi dengan gol dan assist, menegaskan bahwa Arsenal memiliki kombinasi pemain muda yang siap bersaing di level tertinggi.
Berikut ringkasan faktor kunci yang membuat My Myles Lewis‑Skelly menjadi pusat perhatian:
- Peran baru di tengah: Menjadi pengganti Zubimendi, memberikan energi dan kreativitas.
- Pengakuan dari legenda: Thierry Henry dan Jamie Carragher menilai penampilan luar biasa.
- Spekulasi transfer: Everton diperkirakan mengincar pemain ini menjelang akhir musim.
- Kontrak panjang: Terikat hingga 2030, memberi Arsenal posisi tawar dalam negosiasi.
Jika Arsenal memutuskan untuk mempertahankan Lewis‑Skelly, ia dapat menjadi pondasi lini tengah jangka panjang, terutama mengingat usia dan potensi perkembangan yang masih besar. Di sisi lain, jika klub memilih menjualnya, pendapatan dari transfer dapat digunakan untuk memperkuat posisi lain, termasuk bek kanan yang kini bersaing antara Jurrien Timber dan Ben White.
Keputusan akhir tetap berada di tangan Mikel Arteta dan manajemen klub. Namun satu hal yang jelas, performa menonjol Lewis‑Skelly di semifinal melawan Atletico Madrid telah menyingkapkan kualitasnya yang lebih dari sekadar bek kiri, menjadikannya aset penting dalam strategi Arsenal untuk menantang gelar domestik dan Eropa.
Dengan Arsenal kini berada di ambang final Liga Champions, pertaruhan pada pemain muda berbakat seperti Myles Lewis‑Skelly dapat menjadi faktor penentu bagi keberhasilan tim di panggung terbesar sepak bola Eropa.











