Bencana Alam

Banjir Jakarta Terus Membuat Khawatir: 7 RT dan 1 Jalan Masih Tergenang

×

Banjir Jakarta Terus Membuat Khawatir: 7 RT dan 1 Jalan Masih Tergenang

Share this article
Banjir Jakarta Terus Membuat Khawatir: 7 RT dan 1 Jalan Masih Tergenang
Banjir Jakarta Terus Membuat Khawatir: 7 RT dan 1 Jalan Masih Tergenang

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | Hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota pada minggu pertama Mei kembali menimbulkan masalah genangan air. Pada Selasa sore, 5 Mei 2026, data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan masih ada tujuh RT dan satu ruas jalan yang belum sepenuhnya surut. Kondisi ini menambah daftar wilayah terdampak yang masih harus dipantau oleh otoritas setempat.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, pencatatan dilakukan pada pukul 18.00 WIB. “Saat ini terdapat 7 RT dan 1 ruas jalan yang masih tergenang,” ujar Yohan saat dikonfirmasi. Semua titik genangan terpusat di wilayah Jakarta Barat, khususnya di Kelurahan Rawa Buaya dan Kembangan Selatan.

📖 Baca juga:
Ratusan Lowongan Kerja Dibuka IHC dan Walk‑in Interview Jakarta Barat, Peluang Karir Menjanjikan
  • Kelurahan Rawa Buaya: 2 RT
  • Kelurahan Kembangan Selatan: 5 RT

Ketinggian air di masing-masing RT dilaporkan berada di antara 45 hingga 60 sentimeter, cukup tinggi untuk mengganggu mobilitas warga. Sementara itu, ruas jalan yang masih terselip air adalah Jalan Kembangan Raya di Kelurahan Kembangan Selatan, dengan kedalaman sekitar 20 sentimeter.

Banjaran air ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi serta luapan dua sungai utama, yaitu Kali Angke dan Kali Pesanggrahan. Meskipun intensitas hujan mulai mereda, aliran air yang masuk ke kanal dan saluran drainase belum sepenuhnya dapat mengalir ke laut, sehingga mengakibatkan genangan persisten.

BPBD menegaskan bahwa hingga kini tidak ada warga yang mengungsi. “Pengungsi nihil,” tegas Yohan. Hal ini didukung oleh koordinasi intensif antara Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat, yang bersama lurah serta camat setempat melakukan penyedotan air menggunakan pompa portable dan memastikan fungsi optimal dari tali‑tali air di wilayah terdampak.

Upaya penanganan tidak hanya terbatas pada penyedotan. Tim lapangan juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang mungkin membutuhkan bantuan darurat, seperti makanan ringan, air bersih, dan perlengkapan kebersihan. Semua langkah ini diarahkan agar genangan dapat surut dalam waktu singkat dan mengurangi risiko terjadinya banjir susulan.

Sementara itu, wilayah lain yang sebelumnya melaporkan genangan, termasuk di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur seperti Petogogan, Kampung Melayu, Cawang, dan Pejaten Timur, kini telah dinyatakan surut. Kondisi ini memberi harapan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan oleh pemerintah daerah mulai menunjukkan efektivitas.

Namun, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada. Potensi banjir susulan masih tinggi, terutama bila intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan. Warga disarankan untuk menghindari perjalanan melalui jalur yang masih terendam, serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disosialisasikan melalui media sosial resmi pemerintah.

Secara keseluruhan, situasi banjir Jakarta pada hari ini menunjukkan tren penurunan, namun tetap memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Koordinasi lintas sektor, kesiapsiagaan warga, dan pemeliharaan infrastruktur drainase menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *