BERITA

Polisi Periksa Taksi Green SM Usai Tabrakan Kereta Fatal di Bekasi, 16 Tewas

×

Polisi Periksa Taksi Green SM Usai Tabrakan Kereta Fatal di Bekasi, 16 Tewas

Share this article
Polisi Periksa Taksi Green SM Usai Tabrakan Kereta Fatal di Bekasi, 16 Tewas
Polisi Periksa Taksi Green SM Usai Tabrakan Kereta Fatal di Bekasi, 16 Tewas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Mei 2026 | Polisi periksa taksi Green SM hari ini setelah insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 90 korban. Polda Metro Jaya memulai serangkaian pemeriksaan yang melibatkan manajemen perusahaan taksi, saksi, serta pengemudi yang terlibat.

Insiden terjadi pada malam Senin (27/4/2026) ketika sebuah taksi listrik Green SM terhenti di rel dekat Stasiun Bekasi Timur akibat korsleting. Taksi tersebut kemudian tertemper kereta listrik (KRL) yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta, memaksa KRL berhenti di tengah rel. Tak lama kemudian, kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menabrak KRL yang terhenti, menimbulkan deretan kereta beruntun. Tragedi ini menewaskan 16 penumpang dan melukai sekitar 90 orang.

📖 Baca juga:
Astaga! Siswi SD Lompat di Pasar Serangan, Polisi Temukan Dugaan Pengaruh gim Omori

Menanggapi peristiwa tersebut, Polda Metro Jaya mengumumkan jadwal pemeriksaan yang mencakup beberapa pihak kunci. Pada Selasa, 5 Mei 2026, Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa saksi dari PT Vinfast Auto akan dipanggil untuk memberikan keterangan. Selain itu, pengemudi taksi Green SM yang teridentifikasi dengan inisial RRP (Richard Rudolf Passelima) akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan bantuan Pusat Laboratorium Forensik Polri (Labfor).

Sejumlah lembaga pemerintah juga turut dilibatkan dalam proses penyelidikan, antara lain:

  • Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kabupaten Bekasi
  • Dinas Tata Ruang
  • Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)
  • Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya

Pemeriksaan terhadap manajemen taksi Green SM dijadwalkan pada hari yang sama, pukul 10.00 WIB, di markas Polda Metro Jaya. Kombes Budi menegaskan bahwa pihak manajemen, termasuk pemilik dan operator kendaraan, akan dimintai penjelasan terkait prosedur operasional, pemeliharaan kendaraan, serta koordinasi dengan pihak perkeretaapian.

📖 Baca juga:
Rismon Sianipar Bantah Tuduhan Roy Suryo, Klaim Sendiri Gali Data Ijazah Jokowi Tanpa Bantuan

Sejak kecelakaan, polisi telah menginterogasi total 36 saksi, meliputi pelapor, korban, saksi di lokasi, sopir lain, serta perwakilan instansi terkait. Pemeriksaan ini masih berlangsung, dengan rencana untuk menambah saksi tambahan, termasuk masinis dari ketiga kereta yang terlibat. Selain itu, penyidik berencana mengajukan permohonan penyitaan barang bukti serta pembuatan sketsa tempat kejadian untuk memperkuat dasar penyidikan.

Penggunaan laboratorium forensik pada pemeriksaan pengemudi menandakan fokus pada analisis teknis, seperti kondisi kelistrikan taksi, jejak rem, serta kemungkinan faktor kelelahan atau kelalaian. Hasil forensik diharapkan dapat menjawab pertanyaan mengapa taksi terhenti di rel dan mengapa tidak ada upaya menghindari tabrakan dengan KRL.

Reaksi publik pun beragam. Warga Bekasi menuntut transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak, sementara aktivis keselamatan transportasi menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional taksi listrik di wilayah perkotaan. Pemerintah daerah telah mengumumkan rencana audit terhadap semua armada taksi listrik yang beroperasi di jalur-jalur dekat perlintasan kereta api.

📖 Baca juga:
Kegagalan Komunikasi Opinion Leader Memicu Kontroversi Besar Setelah Tragedi KRL di Bekasi Timur

Kasus ini kini telah memasuki tahap penyidikan karena temuan unsur pidana. Polda Metro Jaya menegaskan komitmen untuk mengungkap seluruh faktor penyebab dan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar peraturan. Penyelidikan diharapkan selesai dalam beberapa minggu ke depan, dengan laporan akhir yang akan dipublikasikan kepada publik.

Dengan melibatkan berbagai lembaga, pemeriksaan manajemen taksi Green SM, serta analisis forensik terhadap pengemudi, otoritas berupaya memberikan kepastian hukum dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *