BERITA

Skandal Razia Ilegal Dishub Palembang Picu Kecelakaan Beruntun, 5 Petugas Dipecat

×

Skandal Razia Ilegal Dishub Palembang Picu Kecelakaan Beruntun, 5 Petugas Dipecat

Share this article
Skandal Razia Ilegal Dishub Palembang Picu Kecelakaan Beruntun, 5 Petugas Dipecat
Skandal Razia Ilegal Dishub Palembang Picu Kecelakaan Beruntun, 5 Petugas Dipecat

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Mei 2026 | Palembang kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah kecelakaan beruntun di Jalan Raya Sriwijaya menimbulkan pertanyaan serius tentang praktik razia ilegal yang dilakukan oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Insiden yang terjadi pada Jumat (30/04/2026) melibatkan tiga truk berat yang melaju beriringan dari pintu Tol Keramasan menuju Terminal Karya Jaya. Ketika sebuah truk tiba‑tiba dihentikan secara paksa oleh petugas Dishub, dua kendaraan di belakang tidak sempat mengantisipasi, sehingga menimbulkan tabrakan beruntun yang merusak bagian depan ketiga truk.

📖 Baca juga:
Grab Siapkan Potongan Tarif Ojol 8%: Reaksi Driver, Dampak Ekonomi, dan Instruksi Prabowo
  • Dump truck Nissan BG‑8032‑LQ, dikemudikan oleh Samsul Bahri (50 tahun)
  • Truk Hino BE‑8441‑AUC, dikemudikan oleh Riki Nopriansyah (42 tahun)
  • Truk Hino lainnya (identitas pengemudi belum diketahui)

Menurut Kepala Inspektorat Palembang, Jamiah Haryanti, penyebab utama kecelakaan adalah tindakan razia ilegal yang dilakukan untuk memperoleh pungli. “Dari pemeriksaan terhadap 19 petugas Dishub yang terlibat, kami menemukan lima orang yang secara langsung melakukan razia dan meminta uang secara paksa,” ujar Jamiah dalam konferensi pers Senin (04/05/2026).

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, menegaskan bahwa kendaraan yang dihentikan tidak melanggar aturan lalu lintas, melainkan menjadi korban praktik pemerasan. “Petugas menghentikan truk secara mendadak tanpa alasan yang jelas, mengakibatkan pengemudi di belakang tidak memiliki waktu untuk reaksi,” jelasnya.

📖 Baca juga:
Kenaikan Harga Minyak Goreng Meroket: Geopolitik, Plastik Mahal, dan Tuduhan Manipulasi Harga

Akibat temuan tersebut, lima petugas Dishub dengan status PPPK langsung diberhentikan. Keputusan pemecatan disampaikan oleh Jamiah Haryanti setelah rekomendasi Inspektorat. Empat belas petugas lainnya dikenakan sanksi administratif berupa pemotongan gaji, mutasi ke wilayah ujung kota, atau penempatan khusus di Pulau Kemaro.

Reaksi masyarakat Palembang pun tak terelakkan. Video yang diunggah oleh akun Instagram @palembang_jurnalis memperlihatkan konfrontasi antara sopir truk yang marah dan petugas Dishub yang berusaha melarikan diri. Video tersebut menjadi viral dan menambah tekanan publik agar pemerintah daerah segera menindak tegas oknum yang terlibat.

📖 Baca juga:
Cara Mudah Cek Bansos 2026 Tanpa Aplikasi: Langkah Praktis Pakai NIK, Update DTSEN, dan Pilihan Offline

Pemerintah Kota Palembang menjanjikan audit menyeluruh terhadap prosedur razia dan menegaskan komitmen untuk menertibkan layanan transportasi publik. Wali kota mengirimkan surat keputusan resmi kepada Inspektorat untuk menindaklanjuti temuan, sekaligus menyiapkan pelatihan etik bagi seluruh petugas Dishub.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi instansi pemerintah yang masih menyisakan celah bagi praktik pungli di jalan raya. Dengan pemecatan lima petugas dan sanksi administratif bagi yang lain, diharapkan kepatuhan terhadap regulasi transportasi dapat kembali terjaga, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *