BERITA

Kebakaran Rumah Anisa Rahma: Rumah Hancur, Suami Menangis Pilu Setelah Api Menghanguskan Hunian

×

Kebakaran Rumah Anisa Rahma: Rumah Hancur, Suami Menangis Pilu Setelah Api Menghanguskan Hunian

Share this article
Kebakaran Rumah Anisa Rahma: Rumah Hancur, Suami Menangis Pilu Setelah Api Menghanguskan Hunian
Kebakaran Rumah Anisa Rahma: Rumah Hancur, Suami Menangis Pilu Setelah Api Menghanguskan Hunian

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Mei 2026 | Pada dini hari tanggal 30 April 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, sebuah kebakaran hebat melanda rumah keluarga mantan personel Cherrybelle, Anisa Rahma, di Jalan Kebon Bibit, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. Api yang awalnya berasal dari lilin pengusir lalat yang lupa dimatikan menyulut bahan mudah terbakar di ruang makan, kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh bagian rumah.

Suasana menjadi panik ketika asisten rumah tangga membangunkan penghuni rumah karena asap tebal sudah memenuhi ruangan. Anisa, suaminya Anandito Dwis, serta ketiga anak mereka terpaksa melarikan diri tanpa sempat menyelamatkan banyak barang. Anandito sempat mencoba memadamkan api dengan air, namun kobaran sudah meluas dan tidak dapat dikendalikan.

📖 Baca juga:
Korona Kielce Siapkan Revolusi Baru: Strategi Mengejutkan untuk Puncak Liga Polandia

Setelah mengevakuasi anak-anak, Anisa bergegas mencari ibunya, Nelmah Adi, yang sempat kembali masuk rumah untuk mengambil tas dan handphone. Ibu Anisa hampir terjebak lagi ketika tiga tabung gas LPG meledak, menambah intensitas api dan menimbulkan bahaya tambahan. Warga sekitar dan tim pemadam kebakaran Kota Bandung segera tiba, membantu memadamkan api dan menyelamatkan Nelmah dari bahaya yang mengancam nyawanya.

Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Seluruh bangunan utama hancur, termasuk kamar tidur utama di lantai dua yang kini hanya menyisakan rangka kayu terbakar. Berikut adalah beberapa kerusakan utama yang dilaporkan:

  • Ruang makan dan dapur terbakar total, peralatan masak, kompor, dan lemari hancur.
  • Kamar tidur utama, kasur, dan lemari pakaian hangus, TV dan sofa hancur.
  • Kamar ibu Anisa rusak parah, banyak perabotan, pakaian, dan barang pribadi terbakar.
  • Tiga tabung gas LPG meledak, menyebabkan kerusakan struktural tambahan.
  • Jendela kamar penyimpanan Al‑Qur’an terbakar, menimbulkan kerugian sentimental.

Walaupun kehilangan materi sangat besar, Anisa Rahma mengungkapkan rasa syukur karena seluruh anggota keluarga selamat dari tragedi tersebut. “Kami berdoa agar semua selamat, dan itu yang terpenting,” ujarnya dalam wawancara singkat. Suami Anisa, Anandito, tampak emosional dan menangis pilu saat mengingat momen tersebut, mengakui dampak psikologis yang mendalam bagi keluarganya.

📖 Baca juga:
IndiGo di Bawah Sorotan: Kepemilikan, Kebijakan Grooming, dan Dampaknya pada Industri Penerbangan

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandung menegaskan bahwa penyebab utama kebakaran adalah kelalaian dalam mematikan lilin. Menurut laporan resmi, lilin tersebut digunakan selama dua hari terakhir untuk mengusir lalat, namun tidak dimatikan sebelum tidur. Kebakaran ini menjadi pengingat penting tentang bahaya penggunaan lilin tanpa pengawasan.

Saat ini, keluarga Anisa tengah mencari tempat tinggal sementara. Mereka menerima bantuan dari kerabat dan komunitas, serta berharap dapat membangun kembali rumah mereka di masa depan. Anisa menekankan pentingnya keselamatan keluarga di atas segala harta benda.

Kebakaran ini juga menimbulkan keprihatinan publik mengenai keamanan rumah tinggal, terutama penggunaan lilin dan penyimpanan gas LPG. Pemerintah kota Bandung diharapkan meningkatkan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran rumah serta inspeksi keamanan pada hunian lama yang banyak menggunakan bahan kayu.

📖 Baca juga:
Ramalan Zodiak Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio: Peluang Tersembunyi & Risiko Mengintai Minggu Ini!

Dengan dukungan masyarakat dan tindakan cepat pemadam kebakaran, kebakaran ini tidak meluas ke pemukiman sekitarnya. Namun, kerugian material dan emosional yang dialami keluarga Anisa tetap menjadi catatan penting dalam upaya pencegahan kebakaran di wilayah perkotaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *