Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Mei 2026 | Pembalap muda Indonesia Sean Gelael menorehkan prestasi gemilang pada weekend balap GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika. Mengawal balapan dengan start dari pole position, Gelael berhasil mengamankan posisi ketiga pada race pertama, sekaligus menegaskan kemampuan sebagai pembalap solo kelas Silver.
Balapan di Mandalika, yang memiliki 17 tikungan menantang, menuntut konsistensi tinggi, manajemen ban yang cermat, serta strategi pit stop yang presisi. Sean Gelael, yang mengendarai mobil tim Garage 75, memanfaatkan keunggulan start depan untuk mengendalikan ritme balapan pada beberapa lap awal. “Saya sadar akan terkena penalti sebagai pembalap kelas Silver dan solo, jadi tim sudah menyiapkan strategi matang,” ujar Gelael sesudah sesi kualifikasi yang menghasilkan catatan waktu 1 menit 28,026 detik, menempatkannya di posisi pole.
Namun, tantangan tidak berhenti pada start. Sesaat setelah menancapkan mobilnya di garis start, Gelael harus menahan tekanan kompetitor sekaligus mematuhi regulasi balapan yang mewajibkan pit stop minimum 110 detik bagi pembalap solo. Pada lap tertentu, ia memasuki pit lane untuk pergantian ban, yang mengakibatkan posisinya turun sementara ke posisi keenam. “Sayang Safety Car membuyarkan harapan kami untuk menang, namun finis di podium sudah sangat membuat saya senang,” tambahnya setelah menyeberang garis finish.
Race pertama berakhir dengan podium pertama diraih oleh pembalap asal China, Yu Kuai, yang mencatat waktu tercepat 1 menit 28,5 detik. Posisi kedua diduduki oleh pembalap Selandia Baru, Jaxon Evans, yang berduet dengan Andrew Haryanto dalam tim Audi Sport Asia Team Phantom pada kelas Pro‑AM. Sean Gelael mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan dan posisi kedua di kelas Silver.
- Posisi 1: Yu Kuai (China) – 1:28.5
- Posisi 2: Jaxon Evans (Selandia Baru) – 1:28,7
- Posisi 3: Sean Gelael (Indonesia) – podium ketiga overall, P2 kelas Silver
Direktur Utama Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, menilai hasil ini sebagai momentum positif bagi perkembangan motorsport Indonesia di panggung global. “Podium Sean di Mandalika menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level internasional. Pertamina Fastron bangga dapat mendukung perjuangan Sean dan terus berkomitmen menjadi bagian dari perkembangan motorsport Indonesia,” ujarnya.
Selain prestasi di lintasan, penampilan solo Gelael juga menjadi sorotan karena ia harus menanggung risiko lebih tinggi tanpa rekan satu tim di mobil. Selama balapan, dua momen penting—Full Course Yellow dan Safety Car—mengubah dinamika waktu, membuat jarak yang dibangun Gelael sempat hilang. Meski demikian, tim Garage 75 berhasil mengelola strategi pit stop dan penalti secara efisien, memungkinkan Gelael kembali ke jalur terdepan dan mengamankan podium.
Setelah race pertama, agenda selanjutnya adalah race kedua yang dijadwalkan pada Minggu, 3 Mei 2026. Gelael akan memulai dari posisi keenam, namun tim sudah menyiapkan perbaikan strategi untuk mengejar kemenangan. “Kami akan mencoba lebih baik di race berikutnya,” kata Gelael dengan keyakinan.
Prestasi ini tidak hanya menambah catatan pribadi Sean Gelael, tetapi juga memperkuat citra Indonesia di kancah balap internasional. Keberhasilan sebagai pembalap solo di ajang bergengsi seperti GT World Challenge Asia memberi inspirasi bagi generasi muda yang bercita‑cita menembus dunia motorsport.
Dengan dukungan kuat dari sponsor utama, Pertamina, serta tim teknis yang solid, harapan besar menanti Gelael untuk melanjutkan performa impresifnya di sisa kalender GTWCA 2026. Keberhasilan di Mandalika menjadi bukti nyata bahwa talent Indonesia dapat bersaing di level tertinggi, asalkan didukung dengan persiapan matang, teknologi mutakhir, dan semangat pantang menyerah.











