Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mengumumkan rencana pembagian dividen final SMDR yang akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Juni 2026. Pengumuman ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham setelah pencapaian laba bersih yang kuat pada tahun buku 2025.
Direktur Utama SMDR, Bani Maulana Mulia, menjelaskan bahwa selain dividen interim sebesar Rp40,9 miliar (Rp2,5 per saham) yang telah dibayarkan, perusahaan berencana menambahkan dividen final senilai sekitar Rp155,6 miliar atau Rp9,5 per saham. Bila kedua komponen digabungkan, total dividen untuk tahun 2025 akan mencapai Rp12 per lembar saham, menandai peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berikut rangkuman data utama yang disampaikan dalam presentasi manajemen:
| Komponen | Nilai (Rp) | Nilai per Saham (Rp) |
|---|---|---|
| Dividen Interim 2025 | 40,9 miliar | 2,5 |
| Dividen Final 2025 (usulan) | 155,6 miliar | 9,5 |
| Total Dividen 2025 | 196,5 miliar | 12,0 |
Laba bersih SMDR pada tahun buku 2025 tercatat US$52,1 juta, setara dengan Rp52,4 miliar per saham, meningkat 6 % dibandingkan tahun 2024. Selain itu, retained earnings perusahaan mencapai US$522 juta, memperkuat posisi keuangan dan memberikan ruang bagi kebijakan dividen yang lebih agresif.
Segmen operasional juga menunjukkan dinamika positif. Pada kuartal I/2026, SMDR mencatat pendapatan US$184,3 juta (sekitar Rp3,1 triliun dengan kurs Rp17.000 per dolar), tumbuh tipis 2 % YoY. Namun, laba bersih kuartal tersebut menurun menjadi US$10,13 juta (Rp172 miliar) akibat penurunan margin pada beberapa rute internasional. EBITDA kuartal I/2026 tercatat US$54,9 juta, mencatat pertumbuhan tahunan 13 %.
Strategi pertumbuhan jangka menengah perusahaan meliputi penambahan tiga kapal baru: dua kapal tanker berkapasitas 4.000 DWT dan satu kapal peti kemas berkapasitas 10.100 DWT. Penambahan armada ini diharapkan meningkatkan kapasitas transportasi dan membuka peluang pasar baru, terutama di rute perdagangan Asia‑Pasifik yang terus berkembang.
Pengumuman dividen ini datang pada saat pasar modal Indonesia memperlihatkan sentimen positif terhadap sektor transportasi maritim. Investor menilai SMDR sebagai salah satu pemain utama dengan fundamental yang kuat, terutama setelah pencapaian laba yang konsisten dan kebijakan dividen yang menarik.
Selain aspek keuangan, Bani Maulana Mulia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan kepatuhan pada regulasi. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui kebijakan dividen yang berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan operasional di tengah tantangan global,” ujar Bani dalam paparan kepada analis.
Dengan total dividen yang diusulkan mencapai Rp12 per saham, SMDR menempatkan dirinya di antara perusahaan publik dengan rasio payout yang kompetitif. Bagi investor institusional maupun ritel, kebijakan ini dapat menjadi sinyal kuat untuk mempertimbangkan penambahan eksposur pada saham SMDR di portofolio mereka.
Secara keseluruhan, pengumuman dividen final SMDR mencerminkan kinerja keuangan yang solid, strategi pertumbuhan yang terukur, serta komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. RUPST yang dijadwalkan pada Juni 2026 akan menjadi arena penting bagi pemegang saham untuk menilai dan menyetujui kebijakan ini.









