Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, setelah sempat menyentuh level 6.000. IHSG ditutup turun 0,28% menjadi 5.886,03. Sejumlah saham big caps seperti BREN, BBRI, dan BMRI menjadi penekan IHSG.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.010,49, namun melemah karena tekanan jual pada saham-saham besar. Saham BREN ditutup koreksi 4,27% ke Rp4.040, BBRI turun 1,04% ke Rp2.850, BMRI melemah 0,23% ke Rp4.250.
Di sisi lain, sejumlah saham big caps yang ditutup menguat adalah saham BBCA yang naik 3,10% ke Rp5.825, DCII naik 4,79% ke Rp188.775, MORA menguat 5,42% ke Rp6.325, TLKM naik 2,14% ke Rp2.870, serta BBNI yang ditutup menguat 1,45% ke Rp3.500.
Koreksi IHSG hari ini memutus tren penguatan pada perdagangan Selasa (9/6) saat indeks menguat 7,57%, serta penguatan dalam penutupan perdagangan Rabu (10/6) sebesar 2,71%. Pada level IHSG sekarang, mencerminkan koreksi 0,93% dalam sepekan terakhir, atau 31,93% secara year to date (YtD).
Tim riset Sinarmas Sekuritas menyebut bahwa kondisi pasar saat ini mencerminkan bahwa risiko besar sudah terlewat, tapi keyakinan investor masih belum pulih sepenuhnya dan asing masih membukukan net sell.
Sementara itu, mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jawa Barat, menuntut pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melakukan reforma agraria. Aksi ini berdampak pada lalu lintas di sekitar lokasi.
Kesimpulan, IHSG ditutup lesu di 5.886 karena tekanan jual pada saham-saham besar. Saham big caps seperti BREN, BBRI, dan BMRI menjadi penekan IHSG. Sementara itu, mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan melakukan reforma agraria.










