Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 April 2026 | Jakarta, 24 April 2026 – Setelah Ammar Zoni dijatuhkan hukuman tujuh tahun penjara serta denda sebesar satu miliar rupiah dalam kasus penyalahgunaan dan pengedaran narkoba, dokter Kamelia muncul ke publik dengan penjelasan detail mengenai langkah hukum selanjutnya. Kamelia, yang juga dikenal sebagai pasangan asmara sang aktor, menegaskan bahwa perubahan tim kuasa hukum bukan sekadar keputusan pribadi, melainkan respons strategis terhadap dinamika proses peradilan.
Menurut pernyataan yang disampaikan kepada media, dokter Kamelia menilai kinerja pengacara sebelumnya, Jon Mathias, tidak memenuhi harapan. “Saya merasa kecewa karena selama proses berjalan ada banyak hal yang tidak transparan dan kurang akurat,” ujarnya. Kritik tersebut diikuti dengan persetujuan Jon Mathias untuk mengganti penasihat hukum, sehingga membuka peluang bagi pengacara baru, Krisna Murti, untuk mengambil alih peran kuasa hukum Ammar Zoni.
Krisna Murti, seorang praktisi hukum dengan reputasi kuat di bidang pidana narkotika, menerima mandat resmi dari dokter Kamelia beberapa hari menjelang vonis. “Saya telah menerima kuasa untuk mendampingi Ammar Zoni dalam proses hukum yang sedang berjalan,” kata Murti dalam wawancara singkat. Tim hukum yang dipimpin Murti kini tengah melakukan penelaahan mendalam terhadap berkas perkara, dengan fokus utama menilai potensi upaya banding maupun peninjauan kembali (PK).
Berikut ini poin‑poin utama yang sedang dipertimbangkan oleh tim hukum baru:
- Banding ke Pengadilan Tinggi: Mengajukan permohonan banding dengan menyoroti kemungkinan adanya kekeliruan dalam penilaian fakta atau penerapan hukum pada tingkat pertama.
- Peninjauan Kembali (PK): Mencari bukti baru atau novum yang tidak terungkap selama persidangan, seperti saksi tambahan atau dokumen yang dapat mengubah persepsi hakim.
- Negosiasi Denda: Menilai opsi untuk mengajukan permohonan pengurangan atau penjadwalan ulang pembayaran denda satu miliar rupiah.
Tim hukum menekankan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada respons Ammar Zoni sendiri. “Ammar masih mempertimbangkan langkah selanjutnya, dan kami siap menyesuaikan strategi berdasarkan keputusannya,” ujar Murti.
Sementara itu, dokter Kamelia menambahkan bahwa dukungan emosional dan moral tetap menjadi prioritas utama bagi Ammar selama masa penahanan. “Kami berusaha memberikan lingkungan yang stabil secara psikologis, sekaligus memastikan hak-hak hukumnya tetap terlindungi,” jelasnya.
Kasus ini menarik perhatian publik tidak hanya karena profil tinggi sang aktor, tetapi juga karena melibatkan dinamika hubungan pribadi dan profesional. Sebelumnya, Jon Mathias sempat membuka ruang bagi pengacara lain dengan pernyataan, “Jika ada pihak yang ingin memberi penasihat hukum, silakan. Di Jakarta banyak PH yang dapat dipilih.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan tim kuasa hukum tidak dipandang sebagai hal aneh dalam dunia hukum Indonesia.
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang memproses perkara ini, belum mengeluarkan keputusan akhir mengenai permohonan banding atau PK. Namun, menurut sumber dekat proses, hakim yang memimpin kasus tersebut mengindikasikan bahwa dokumen tambahan akan dipertimbangkan jika diajukan secara resmi.
Secara umum, langkah dokter Kamelia dalam menunjuk pengacara baru mencerminkan upaya proaktif untuk memaksimalkan peluang hukum bagi Ammar Zoni. Penggunaan strategi banding dan PK merupakan jalur yang umum ditempuh dalam kasus pidana berat, terutama ketika terdapat dugaan adanya bukti yang belum terungkap atau prosedur yang dirasa kurang adil.
Ke depan, publik dan media akan terus memantau perkembangan proses hukum ini, termasuk reaksi keluarga, rekan industri hiburan, serta pernyataan resmi dari lembaga peradilan. Semua mata tertuju pada apakah upaya hukum yang disusun oleh tim baru dapat mengubah keputusan hakim atau setidaknya meringankan beban hukuman yang telah dijatuhkan.









