Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan serangkaian perubahan signifikan untuk Liga 2 musim 2026/2027. Kompetisi kasta kedua ini akan mengusung sistem triple round robin, dilengkapi dengan penerapan Video Assistant Referee (VAR) pada semua laga, menandai era baru yang lebih profesional dan kompetitif.
Format triple round robin berarti 20 klub yang telah terkonfirmasi akan terbagi dalam dua zona geografis, Barat dan Timur. Setiap tim akan bertemu lawan segrup tiga kali—dua kali di kandang dan satu kali tandang, atau sebaliknya—sehingga total masing-masing tim memainkan 27 pertandingan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan intensitas kompetisi sekaligus mengurangi beban perjalanan.
| Zona | Jumlah Tim | Pertandingan per Tim | Promosi | Degradasi |
|---|---|---|---|---|
| Barat | 10 | 27 | Juara zona & 2nd tempat (playoff) | 3 terbawah |
| Timur | 10 | 27 | Juara zona & 2nd tempat (playoff) | 3 terbawah |
Dengan format ini, juara masing-masing zona akan langsung melaju ke final Liga 2, sementara tim yang finis di posisi kedua akan bersaing dalam satu pertandingan playoff untuk satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Di sisi lain, tiga tim terbawah dari tiap zona otomatis terdegradasi, dan satu tim tambahan akan menentukan nasibnya melalui playoff degradasi antara Persipura Jayapura dan Persibo Bojonegoro. Total, sembilan tim akan turun ke kasta yang lebih rendah.
Penerapan VAR menjadi sorotan utama. Seluruh 27 putaran kompetisi akan dilengkapi dengan teknologi ini, memastikan keputusan wasit lebih akurat dan mengurangi kontroversi. Irfan Wahyu Wijanarko, yang sebelumnya memimpin laga Liga 1, akan menjadi salah satu ofisial utama VAR untuk Liga 2.
Berita promosi dan degradasi dari musim sebelumnya juga menjadi latar penting. PSIM Jogjakarta berhasil mengangkat trofi setelah mengalahkan Bhayangkara Presisi Indonesia FC di final Liga 2 2024/2025, memastikan tempatnya di Liga 1 2025/2026. Persijap Jepara juga meraih tiket promosi lewat playoff melawan PSPS Pekanbaru. Kedua tim ini kini menjadi contoh keberhasilan dalam sistem promosi yang kompetitif.
Sementara itu, dinamika persaingan di puncak klasemen semakin menarik. Tim-tim seperti Malut United yang baru saja mencatat kemenangan telak 7-0 atas PSBS Biak, serta Dewa United yang berambisi masuk lima besar, menambah warna pada perebutan posisi strategis. Penampilan pemain asing yang dapat dinaturalisasi juga menjadi bahan perbincangan, mengingat mereka dapat memperkuat skuad nasional.
Dengan 17 klub yang telah mengonfirmasi partisipasinya dan tiga tim tersisa yang akan datang dari relegasi Liga 1, struktur kompetisi diharapkan lebih ramping namun tetap menantang. Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menegaskan bahwa tujuan utama adalah menciptakan liga yang “lebih kompetitif dan menarik bagi para penggemar”.
Secara keseluruhan, reformasi Liga 2 ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas kompetisi, tetapi juga menyiapkan landasan bagi pengembangan pemain muda dan peningkatan citra sepak bola Indonesia di kancah internasional.











