Politik

Cak Imin Dinilai Layak Jadi Ketua PBNU, Gus Maftuch Dukung; PWNU Desak Muktamar NU 2026 Segera Digelar

×

Cak Imin Dinilai Layak Jadi Ketua PBNU, Gus Maftuch Dukung; PWNU Desak Muktamar NU 2026 Segera Digelar

Share this article
Cak Imin Dinilai Layak Jadi Ketua PBNU, Gus Maftuch Dukung; PWNU Desak Muktamar NU 2026 Segera Digelar
Cak Imin Dinilai Layak Jadi Ketua PBNU, Gus Maftuch Dukung; PWNU Desak Muktamar NU 2026 Segera Digelar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan pada Agustus 2026, nama Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin kembali menjadi sorotan utama. Dukungan terbuka datang dari Ketua Panitia Pra‑MLB NU, Mas Muhammad Maftuch, yang menilai pengalaman politik lebih dari dua dekade Cak Imin sebagai modal penting untuk memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Dalam pernyataan yang disampaikan Senin (27/4/2026), Maftuch menegaskan harapan, doa, dan dukungannya kepada Cak Imin sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU). “Gus Muhaimin (Cak Imin) merupakan figur politik yang telah menapaki lebih dari 27 tahun di panggung nasional. Ia telah melewati berbagai fase, dinamika, serta asam garam kekuasaan dan politik,” ujarnya. Menurut Maftuch, Cak Imin kini berada pada puncak karier politiknya, sehingga saatnya beralih ke peran yang lebih reflektif dan substantif di ranah keumatan.

📖 Baca juga:
Purbaya Tegaskan: Saldo Anggaran Lebih Rp420 Triliun Masih Utuh, Klaim Rp120 Triliun Hanya Hoaks

Maftuch juga menyoroti latar belakang genealogis Cak Imin, yang merupakan cicit KH Bisri Syansuri, pendiri NU. Kedekatan historis ini, menurutnya, menambah legitimasi Cak Imin dalam mengemban tugas kepemimpinan NU. Ia menegaskan bahwa perpindahan dari dunia politik praktis ke kepemimpinan organisasi keagamaan bukanlah kemunduran, melainkan bentuk pengabdian yang lebih luas bagi umat.

Sementara dukungan internal menguat, tekanan eksternal muncul dari Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se‑Indonesia. Pada akhir April 2026, 23 ketua PWNU dari seluruh provinsi menuntut PBNU menyelenggarakan Muktamar paling lambat awal Agustus 2026. Mereka mengkhawatirkan kebuntuan komunikasi elit PBNU yang dapat mengganggu konsolidasi organisasi serta peran strategis NU di tingkat nasional.

  • PWNU meminta Muktamar dilaksanakan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026, sesuai keputusan Rapat Pleno PBNU 29 Januari 2026.
  • Mereka menuntut konsistensi pelaksanaan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah 18 Maret 2026, termasuk pembentukan panitia Munas/Konbes dan percepatan penerbitan Surat Keputusan.
  • Steering Committee diminta menetapkan peserta Muktamar, meliputi PWNU, PCNU, dan PCINU, selambat-lambatnya satu bulan sebelum pelaksanaan.

Gus Rozin, Ketua PWNU Jawa Tengah, menegaskan bahwa jika Muktamar tidak terlaksana tepat waktu, PWNU bersama PCNU akan melayangkan mosi tidak percaya kepada PBNU. Pernyataan ini menambah tekanan pada kepengurusan pusat untuk mempercepat persiapan teknis, yang telah dibentuk oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf.

📖 Baca juga:
Faizal Assegaf Seret Jubir KPK Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya: Tuduhan Pencemaran Nama Baik Memicu Polemik Korupsi Bea Cukai

Dalam konteks politik, dukungan kepada Cak Imin tidak lepas dari pertimbangan strategis. Sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta mantan Ketua Partai Demokrat, Cak Imin memiliki jaringan luas di kalangan politisi, birokrat, dan tokoh agama. Pengalaman ini dipandang dapat memperkuat posisi NU dalam dialog kebangsaan, terutama menjelang pemilihan umum 2029.

Namun, Maftuch menekankan pentingnya Cak Imin meninggalkan aktivitas politik praktis jika serius maju sebagai calon ketua PBNU. “Gus Muhaimin telah mencapai fase puncak sebagai seorang politisi, sehingga sudah waktunya mengambil peran yang lebih reflektif dan substantif, bukan lagi elektoral,” jelasnya. Langkah ini diyakini dapat menghindari konflik kepentingan dan menjaga netralitas organisasi keagamaan.

Persiapan Muktamar ke-35 terus berjalan, dengan fokus pada penyusunan agenda, penetapan lokasi, dan mekanisme pemilihan kepengurusan baru. PBNU belum mengumumkan secara resmi lokasi, namun diperkirakan akan dilaksanakan di Jakarta mengingat kedekatan dengan kantor pusat. Semua pihak berharap bahwa Muktamar dapat menjadi momentum konsolidasi, penegakan nilai-nilai kebersamaan, serta penetapan arah strategis NU ke depan.

📖 Baca juga:
Klasemen Super League 2025/2026 Bergeser: PSIM vs Persija Imbang 1-1, Persija Guling Bali United & Arema FC

Kesimpulannya, dukungan Gus Maftuch kepada Cak Imin menambah dimensi politik dalam proses pemilihan Ketua PBNU, sementara tekanan PWNU mempercepat agenda Muktamar NU 2026. Kombinasi faktor internal dan eksternal ini menciptakan dinamika yang akan menentukan masa depan kepemimpinan NU serta peran strategisnya dalam kancah kebangsaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *