Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 27 April 2026 | FC Twente tampak berada pada titik balik penting menjelang akhir musim Eredivisie 2025/2026. Klub asal Enschede tidak hanya berhadapan dengan persaingan ketat di papan atas, tetapi juga harus menyiapkan kembali bek muda berkebangsaan Indonesia, Mees Hilgers, yang kini berada di ambang comeback setelah mengalami cedera ligamen lutut serius.
Hilgers, yang sempat absen lama karena robekan ACL dan menjalani operasi, telah melewati tahap akhir rehabilitasi. Tim medis klub menyatakan kondisinya sudah mendekati 100 persen, memungkinkan pemain berusia 20-an itu untuk ikut serta dalam sesi latihan tim utama. Namun, proses kembalinya ke lapangan tidak hanya bergantung pada kebugaran fisik. Kontrak Hilgers yang hampir habis dan kontroversi “passport gate” yang melibatkan beberapa pemain diaspora Indonesia di Liga Belanda menambah ketidakpastian. Jika semua faktor ini dapat diatasi, Hilgers diproyeksikan akan tampil dalam laga uji coba pramusim, menandai kembalinya ke formasi pertahanan FC Twente.
Pertarungan di papan atas semakin memanas setelah pertandingan pekan ke-27 antara FC Twente dan NEC Nijmegen berakhir imbang 1-1 di Grolsch Veste. Gol pembuka tercipta lewat serangan cepat Sondre Ørjasæter yang berhasil menaklukkan bek Eli Dasa, memberi keunggulan awal bagi tuan rumah. Namun, Bryan Linssen menyeimbangkan kedudukan untuk NEC setelah menerima umpan terobosan dari Philippe Sandler. Kedua tim saling bersaing keras, bahkan terdapat momen kritis di menit akhir ketika kiper Gonzalo Crettaz melakukan penyelamatan dramatis atas tembakan kepala Robin Pröpper. Hasil imbang ini menahan FC Twente pada posisi kelima dengan 54 poin, satu poin di belakang Ajax yang kini berada di peringkat keempat.
Sementara itu, rival utama FC Twente, Feyenoord, berhasil memperlebar jarak ke posisi kedua setelah mengalahkan Groningen 3-1. Kemenangan tersebut menambah tekanan pada Twente dan NEC yang masing‑masing harus meraih poin maksimal dalam tiga laga tersisa untuk tetap bersaing dalam perebutan tiket langsung ke Liga Champions. Di sisi lain, Ajax mencatat clean sheet berkat penampilan gemilang kiper Timnas Indonesia Maarten Paes, yang membantu timnya mengamankan kemenangan 2-0 atas NAC Breda. Hasil ini menempatkan Ajax hanya selisih satu poin dari NEC, menambah dinamika persaingan klasemen akhir.
Berita positif mengenai kembalinya Hilgers memberikan harapan baru bagi pelatih John van den Brom. Jika bek muda tersebut dapat kembali beraksi, pertahanan FC Twente berpotensi menjadi lebih solid, terutama dalam menghadapi serangan tajam tim-tim top seperti Feyenoord dan Ajax. Namun, situasi kontraktual masih menjadi pertanyaan; klub belum mengumumkan perpanjangan kontrak bagi Hilgers, sehingga keputusan akhir akan bergantung pada evaluasi akhir musim ini.
Berikut gambaran singkat klasemen sementara Eredivisie setelah pekan ke‑27:
- 1. Feyenoord – 61 poin
- 2. Ajax – 58 poin
- 3. NEC Nijmegen – 55 poin
- 4. FC Twente – 54 poin
- 5. Ajax – 54 poin (selisih gol)
Dengan tiga pertandingan tersisa, setiap poin menjadi krusial. FC Twente harus meningkatkan performa ofensifnya, mengingat hanya satu gol yang dicetak dalam pertandingan melawan NEC. Di sisi lain, keberhasilan Hilgers kembali ke lapangan dapat menjadi faktor penentu dalam memperkuat lini belakang, memungkinkan tim untuk menahan serangan lawan dan memanfaatkan peluang melalui serangan balik.
Secara keseluruhan, musim ini menunjukkan betapa kompetitifnya Eredivisie. FC Twente berada di persimpangan jalan: mengandalkan kebangkitan pemain muda berbakat, mengatasi masalah kontrak, serta mengoptimalkan taktik melawan rival‑rival kuat. Jika klub dapat mengatasi semua tantangan tersebut, peluang untuk melaju ke posisi kedua atau bahkan meraih tiket langsung ke Liga Champions masih terbuka lebar.
Kesimpulannya, FC Twente berada pada fase kritis menjelang akhir musim. Kembalinya Mees Hilgers, hasil imbang melawan NEC, dan persaingan ketat dengan Feyenoord serta Ajax menjadi faktor utama yang akan menentukan nasib klub dalam perebutan tempat di kompetisi paling bergengsi Eropa.











