BERITA

Pesan Haru Maia Estianty untuk Syifa Hadju: Jangan Sakiti Hati El Rumi, Semua Harus Dibicarakan Dulu

×

Pesan Haru Maia Estianty untuk Syifa Hadju: Jangan Sakiti Hati El Rumi, Semua Harus Dibicarakan Dulu

Share this article
Pesan Haru Maia Estianty untuk Syifa Hadju: Jangan Sakiti Hati El Rumi, Semua Harus Dibicarakan Dulu
Pesan Haru Maia Estianty untuk Syifa Hadju: Jangan Sakiti Hati El Rumi, Semua Harus Dibicarakan Dulu

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 27 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Pada rangka prosesi siraman dan pengajian sebelum pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Maia Estianty tampil dengan air mata yang mengalir, menyampaikan pesan haru yang sekaligus menjadi nasihat moral bagi kedua mempelai. Momen emosional ini terekam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial, menambah kehangatan suasana pernikahan yang digelar secara serentak di Jakarta dan Bali.

Dalam cuplikan video yang dibagikan melalui akun @elsyifa.story, Maia berbicara dengan suara lirih namun penuh ketegasan. Ia mengingat kembali kenangan pahit ketika harus berpisah sementara dengan anaknya pada usia delapan tahun. “Di usiamu yang baru 8 tahun, kita pernah harus berpisah. Berpisah untuk sementara waktu itu sayangku,” ucapnya, mengaitkan masa lalu dengan pelajaran tentang keikhlasan.

📖 Baca juga:
Kebiasaan Ceria Yai Mim di Penjara Terkuak Istri, Menguak Hari-Hari Terakhirnya Sebelum Meninggal

Kenangan tersebut dijadikan titik tolak bagi Maia untuk menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dalam rumah tangga. Ia menekankan bahwa semua keputusan, terutama yang menyangkut perasaan pasangan, harus dibahas bersama. “Semua harus dirembug dulu, jangan sampai ada yang disembunyikan,” tegas Maia, menambahkan bahwa dialog menjadi fondasi kuat bagi kebahagiaan jangka panjang.

Selain pesan kepada putranya, Maia juga menyampaikan harapan khusus untuk calon menantunya, Syifa Hadju, yang pada saat itu tidak berada di lokasi siraman. Dengan penuh kasih, ia meminta Syifa untuk memberikan kehangatan yang mungkin belum selalu dirasakan El Rumi selama masa kecilnya. “Untuk Syifa yang sedang tidak berada di sini, Bunda titipkan El Rumi yang dulu mungkin Bunda tidak selalu memeluknya setiap hari,” ujar Maia sambil meneteskan air mata.

Ia menambahkan, “Sering-sering dan yang lama, ya. Lebih lama dari yang pernah Bunda lakukan, karena Bunda tidak pernah bisa melakukan itu sampai hari ini,” menekankan pentingnya sentuhan fisik dan perhatian emosional dalam membangun ikatan suami istri.

📖 Baca juga:
TransJakarta Lawan Hoaks, Raih Efisiensi Bus Listrik, dan Perbaiki Sistem Booking Royaltrans

Tak lupa, Maia memberikan peringatan tegas kepada El Rumi. Ia meminta sang putra untuk tidak menyakiti hati Syifa, karena tindakan tersebut akan melukai hati ibunya, Syifa. “Jangan sakiti hatinya. Karena kalau kamu menyakiti dirinya, itu akan melukai hati ibunya yang membesarkan Syifa dengan sepenuh hati,” kata Maia, menegaskan bahwa rasa hormat terhadap orang tua pasangan adalah bagian tak terpisahkan dari pernikahan yang bahagia.

Acara pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju sendiri berlangsung di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, dengan tamu undangan dari kalangan selebriti, pebisnis, hingga tokoh agama. Prosesi dilengkapi dengan tradisi siraman, pengajian, hingga resepsi yang menampilkan musik tradisional dan modern. Meskipun Syifa tidak hadir di saat siraman, kehadirannya terasa kuat melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh Maia.

Para saksi dan tamu undangan menanggapi pesan Maia dengan kehangatan. Beberapa mengaku terharu melihat sisi humanis seorang ibu yang tidak hanya memikirkan kebahagiaan putranya, tetapi juga mengedepankan kepedulian terhadap menantu. “Ini contoh nyata bagaimana seorang ibu dapat menjadi penengah yang bijaksana,” ujar salah satu tamu yang memilih untuk tetap anonim.

📖 Baca juga:
Maruarar Sirait Tegaskan Tiga Lahan Tanah Abang Milik Negara, Rumah Rakyat Siap Dibangun

Pak Adhyaksa Dault, ayah dari El Rumi, juga memberikan sambutan singkat yang menekankan pentingnya nilai-nilai keluarga dalam membesarkan generasi yang mandiri dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan kedua mempelai untuk selalu mengutamakan komunikasi, saling menghormati, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Dengan berakhirnya prosesi siraman, harapan besar yang dititipkan Maia kepada Syifa Hadju dan El Rumi kini menjadi landasan moral bagi pasangan yang baru saja resmi menikah. Sebuah pelajaran tentang keikhlasan, dialog terbuka, dan penghormatan terhadap orang tua pasangan menjadi pesan universal yang dapat dijadikan contoh bagi banyak pasangan di Indonesia.

Seiring malam semakin larut, kebahagiaan pasangan baru ini terus bersinar, didukung oleh doa, harapan, serta pesan haru yang telah mengikat hati seluruh keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *