BERITA

Musim Hujan yang Dinantikan: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

×

Musim Hujan yang Dinantikan: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

Share this article
Musim Hujan yang Dinantikan: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Disertai Angin Kencang
Musim Hujan yang Dinantikan: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Agustus 2026 | Musim hujan di Indonesia telah tiba, namun beberapa wilayah masih mengalami musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia akan diguyur hujan disertai angin kencang hingga 20 Agustus 2026.

Menurut BMKG, pada Dasarian I Agustus 2026, curah hujan di Indonesia didominasi kriteria rendah yang mencakup 90,79 persen wilayah. Sementara itu, curah hujan kategori menengah serta tinggi masing-masing mencakup 8,28 persen dan 0,93 persen wilayah.

📖 Baca juga:
Cuaca Aceh: Cerah dan Berawan, Masyarakat Diminta Waspada

Kondisi ini sejalan dengan perkembangan musim, dimana sebanyak 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim (ZOM) telah mengalami musim kemarau. Dari sisi sifat hujan, sebagian besar wilayah Indonesia juga menunjukkan kondisi bawah normal dengan persentase 87,28 persen.

Sementara itu, Anggota DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin meminta BMKG untuk melakukan modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk mengatasi kekeringan di Indramayu, Jawa Barat. Hal ini dinilai strategis untuk menjamin pasokan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.

📖 Baca juga:
Gempa Bumi Mengguncang Indonesia: Dua Gempa Terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara

BMKG juga memprediksi bahwa wilayah yang berpotensi hujan lebat pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 RI. Sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau, namun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap bahwa upaya modifikasi cuaca untuk menekan polusi udara dan memicu hujan belum dapat direalisasikan akibat ketiadaan potensi awan hujan.

📖 Baca juga:
Gempa Bumi Magnitudo 5.9 Guncang Manado, Dipicu Aktivitas Lempeng Laut Maluku

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk membenahi infrastruktur dasar sebelum memasuki musim hujan. Realisasi anggaran infrastruktur ditargetkan melampaui 50 persen pada Agustus 2026 agar manfaat pembangunan semakin cepat dirasakan masyarakat.

Kesimpulan, musim hujan di Indonesia telah tiba, namun beberapa wilayah masih mengalami musim kemarau. BMKG telah memprediksi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia akan diguyur hujan disertai angin kencang hingga 20 Agustus 2026. Upaya modifikasi cuaca atau hujan buatan juga dilakukan untuk mengatasi kekeringan di beberapa wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *