Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Agustus 2026 | Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menjadi perhatian serius. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya untuk memadamkan api yang telah membakar lahan seluas 889 hektar di beberapa kabupaten, termasuk Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mendorong penguatan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Ia menekankan pentingnya memperkuat sekat bakar untuk mencegah api meluas dan mempersiapkan personil yang cukup untuk pemadaman manual.
BNPB menargetkan pemadaman karhutla di Gunung Bromo bisa tuntas pada Jumat, 14 Agustus 2026. Tiga unit helikopter dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit dikendalikan dari darat. Sumber air untuk pemadaman berasal dari Danau Ranu Pani, yang menjadi titik strategis dalam upaya pemadaman.
Tim gabungan terus berjibaku untuk memadamkan karhutla, dengan harapan tidak muncul titik api baru. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu potensi kebakaran. Dengan upaya yang terus-menerus, diharapkan kebakaran di kawasan TNBTS dapat segera ditangani dan kondisi lingkungan dapat pulih.
Kondisi medan yang sulit dan sumber air yang terbatas menjadi tantangan dalam upaya pemadaman. Namun, dengan kerja sama antar instansi dan masyarakat, kebakaran diharapkan dapat segera diatasi. Pemadaman karhutla di Gunung Bromo bukan hanya upaya penyelamatan lingkungan, tetapi juga upaya untuk melindungi kehidupan masyarakat sekitar.
Setelah beberapa hari berjuang, titik api kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo yang berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sudah padam. Upaya pemadaman terus dilakukan hingga titik api terakhir dapat dipadamkan, memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat serta lingkungan sekitar.











