Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 April 2026 | Jakarta, 24 April 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan perombakan struktural di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan menurunkan dua Direktur Jenderal (Dirjen) sekaligus menunjuk pejabat sementara untuk mengisi kekosongan tersebut. Keputusan ini muncul di tengah hebohnya spekulasi publik tentang adanya gangguan internal yang mengancam stabilitas fiskal negara.
Sudarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, ditetapkan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Anggaran menggantikan Luky Alfirman. Sementara itu, Ferry Ardianto, Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, diangkat menjadi Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal menggantikan Febrio Nathan Kacaribu. Kedua pejabat sementara tersebut telah resmi mengemban tugasnya sejak 21 April 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa penunjukan ini sudah berlaku sejak 21 April dan kedua pejabat telah aktif bekerja. “Iya, sudah dikasih Plh sekarang. Dari kemarin sore sudah aktif,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 22 April. Menteri menegaskan bahwa pencopotan Luky dan Febrio belum diikuti penempatan baru yang pasti, karena Kemenkeu masih meninjau kompetensi masing‑masing agar cocok dengan posisi lain di dalam kementerian.
Menurut Purbaya, keputusan mencopot dua Dirjen tidak semata‑mata didorong oleh rumor defisit APBN yang sempat mengemuka. “Ada sedikit faktor terkait isu internal, tapi tidak hanya itu. Ada faktor lain‑lain,” kata Purbaya dalam konferensi pers di gedung BPPK, Jakarta. Ia menambahkan bahwa sejumlah ‘noise’ internal menggoyang keyakinan publik terhadap kemampuan pemerintah menjaga defisit APBN lebih dari tiga bulan, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial dan sejumlah portal berita menyebarkan klaim bahwa anggaran negara hanya cukup tiga minggu sebelum habis, serta menyebarkan rumor bahwa kemampuan bahasa Inggris Purbaya tidak memadai untuk melakukan kunjungan luar negeri. Purbaya menegaskan bahwa sebagian besar spekulasi tersebut tidak berlandaskan fakta, namun mengakui adanya masalah internal yang perlu “dirapikan”.
Penggantian Dirjen ini juga bertepatan dengan kekosongan jabatan eselon I lainnya, yaitu Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan yang sebelumnya dijabat oleh Masyita Crystallin. Purbaya mengungkapkan bahwa proses seleksi untuk tiga posisi strategis tersebut tengah berjalan, dan kandidat yang terpilih akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto pada awal atau pertengahan Mei 2026.
Reaksi di kalangan analis ekonomi beragam. Sebagian menilai penunjukan Sudarto dan Ferry Ardianto sebagai langkah positif karena keduanya memiliki rekam jejak yang kuat di bidang anggaran dan strategi fiskal. Sudarto dikenal sebagai ahli dalam pengelolaan pengeluaran negara, sementara Ferry Ardianto pernah menempuh pendidikan lanjutan di Jepang dan Colorado, memperkuat kapasitasnya dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang inklusif.
Di sisi lain, kritik mengarah pada kurangnya transparansi dalam proses pencopotan Dirjen, mengingat tidak ada penjelasan rinci mengenai pelanggaran atau kegagalan yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Namun, Purbaya menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan bersama, guna menegakkan integritas dan efektivitas Kemenkeu dalam mengelola keuangan negara.
Dengan penunjukan sementara ini, Kemenkeu diharapkan dapat segera melanjutkan penyusunan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026‑2027 tanpa gangguan signifikan. Sementara proses seleksi final untuk posisi Dirjen tetap menjadi agenda prioritas, Purbaya menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi tantangan fiskal yang sedang dihadapi negara.









