Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 31 Juli 2026 | Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) telah memicu spekulasi tentang siapa yang akan menggantikannya. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto. Thomas saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dan memiliki peluang besar untuk menjadi Gubernur BI berikutnya.
Menurut Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, calon Gubernur BI harus memenuhi beberapa kriteria penting, seperti memiliki kredibilitas, pengalaman profesional, dan pengetahuan mengenai ekonomi makro. Selain itu, mereka juga harus mampu menjaga independensi Bank Indonesia dan bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi nasional.
Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak Februari 2026. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman kerja yang luas di bidang keuangan. Namun, ada juga yang mempertanyakan kemampuan dan kredibilitasnya untuk memimpin Bank Indonesia.
Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Lukman Hakim, menilai bahwa pasar keuangan sangat sensitif terhadap kredibilitas figur yang memimpin lembaga independen seperti Bank Indonesia. Jika pemerintah memaksakan figur yang dianggap tidak kredibel atau sarat akan unsur kekerabatan, pasar diprediksi akan memberikan respons yang sangat negatif.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp18.100 per dolar AS juga menjadi sorotan hangat. Sentimen negatif ini kian diperkuat oleh pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Di tengah situasi transisi ini, muncul beragam spekulasi mengenai siapa sosok yang akan ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin bank sentral ke depan.
Kesimpulan, pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Gubernur BI masih spekulatif dan memerlukan pertimbangan yang matang dari pemerintah. Kredibilitas dan kemampuan untuk memimpin Bank Indonesia harus menjadi prioritas utama dalam pemilihan Gubernur BI berikutnya.











