Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Juli 2026 | Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet. Dia mengatakan evaluasi terhadap kinerja para menteri rutin dilakukan, namun tak melulu harus reshuffle kabinet.
Prasetyo mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap para anggota kabinet diperlukan untuk memastikan program kerja Prabowo berjalan dengan cepat dan optimal. Untuk itu, Prasetyo meminta publik tak selalu memaknai evaluasi kinerja akan menghasilkan reshuffle kabinet.
Prabowo terakhir kali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada akhir April 2026. Dalam reshuffle tersebut, sejumlah pejabat baru dilantik untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Perombakan itu menjadi yang kelima sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden.
Sementara itu, dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Prasetyo menjelaskan bahwa posisi Presiden dan Wakil Presiden tidak duduk sebelahan karena kebutuhan teknis pelaksanaan sidang. Pengaturan tempat duduk tersebut berkaitan dengan kebutuhan Presiden Prabowo dalam menyampaikan pemaparan.
Prasetyo juga menegaskan bahwa tidak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan terkait pengaturan posisi tempat duduk tersebut, termasuk anggapan mengenai hubungan Presiden dan Wakil Presiden ataupun soal kesetaraan posisi keduanya.
Prabowo memastikan proses pelaksanaan program di tiap kementerian. Dia menginstruksikan setiap program dijalankan dengan cepat, benar dan tepat sasaran. Evaluasi kabinet dilakukan untuk mempercepat realisasi program-program pemerintah dalam waktu dekat.
Dalam kesimpulan, Istana menyatakan bahwa evaluasi kabinet tak selalu berujung reshuffle. Prabowo fokus pada evaluasi program untuk memastikan program kerja berjalan dengan cepat dan optimal. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir tentang isu reshuffle kabinet.











