Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 April 2026 | Kecelakaan Solo menewaskan dua mahasiswi Poltekpar Makassar dalam insiden yang menimbulkan keprihatinan mendalam. Kedua korban, berusia 20 tahun, mengalami nasib tragis ketika sepeda motor mereka terseret sekitar 20 meter oleh truk tronton yang melaju dari arah Sragen, hingga terjepit di antara ban belakang truk tersebut.
Menurut keterangan saksi mata, kedua motor Yamaha Fazzio berada tepat di depan truk ketika lampu merah menyala. Truk yang mengangkut toples plastik tiba-tiba menabrak bagian belakang sepeda motor, menyebabkan motor terlempar dan menabrak trotoar sebelum akhirnya terperangkap di antara roda belakang truk. Kondisi korban yang terjepit membuat upaya pertolongan pertama menjadi sulit, sehingga petugas medis harus menunggu hingga truk dapat dipindahkan.
Polisi Satlantas Polresta Solo menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Sopir truk berinisial VR, berusia 23 tahun dan berasal dari Surabaya, serta kernetnya telah diamankan dan berada dalam proses pemeriksaan di Mapolresta Surakarta. Kasus ini masih dalam tahap pendalaman untuk menentukan apakah terdapat kelalaian, kecepatan berlebih, atau faktor lain yang menjadi penyebab utama benturan.
Kedua korban, Lyra Nuraulia dan Anisa, merupakan mahasiswi Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar. Mereka sedang menjalani program magang di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo pada saat kejadian. Setelah kecelakaan, jenazah mereka dibawa ke RSUD dr. Moewardi Surakarta untuk proses forensik, kemudian dipulangkan ke Palopo, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan. Upacara pemakaman berlangsung dengan kehadiran keluarga, rekan-rekan kuliah, serta pejabat setempat.
Petugas lalu lintas menyatakan bahwa jalur Tugu Wisnu, Manahan, Solo memang sering menjadi titik rawan karena kepadatan arus kendaraan pada jam sibuk. Sebelum lampu merah, truk dan motor melaju searah, namun perbedaan kecepatan dan jarak aman tampaknya menjadi faktor kritis. Pihak berwenang berencana melakukan evaluasi kembali terhadap tata letak lampu lalu lintas dan penempatan marka jalan di kawasan tersebut.
Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Solo, Iptu Yuli Nurus Yani, menambahkan bahwa truk tersebut mengangkut barang plastik dalam jumlah besar, yang dapat memengaruhi stabilitas kendaraan bila terjadi pengereman mendadak. Selain itu, kondisi cuaca pada sore hari dilaporkan cerah tanpa hujan, sehingga faktor cuaca tidak dianggap sebagai penyebab utama.
Selain penyelidikan teknis, pihak kepolisian juga mengusut kemungkinan adanya faktor manusia, seperti kelelahan sopir atau kurangnya konsentrasi. Sopir yang berusia 23 tahun dikabarkan baru saja menyelesaikan shift panjang sebelum kejadian, namun hal ini masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan.
Insiden ini memicu reaksi keras dari kalangan akademik dan organisasi mahasiswa. Mereka menuntut penegakan hukum yang tegas serta peningkatan keselamatan di jalan raya, terutama di zona-zona yang sering dilalui kendaraan bermotor dan kendaraan besar. Beberapa pihak menyarankan agar program magang mahasiswa dilengkapi dengan pelatihan keselamatan berkendara khusus.
Di sisi lain, keluarga korban mengungkapkan rasa duka yang mendalam sekaligus harapan agar tragedi serupa tidak terulang kembali. Sunarty Arsyad, ayah salah satu korban, menyatakan, “Anak kami adalah sosok yang cerdas dan berbakti. Kami berharap kepergiannya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan di jalan.”
Polisi menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai, dan akan diikuti dengan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan keamanan lalu lintas di Solo. Sementara itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama pada jalur-jalur yang dikenal rawan kecelakaan.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kesadaran bersama antara pengendara motor, pengemudi truk, dan otoritas dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman. Diharapkan, melalui tindakan preventif dan penegakan hukum yang konsisten, angka kecelakaan serupa dapat diminimalisir demi keselamatan semua pengguna jalan.











