Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Juli 2026 | Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi seri ke-18 MotoGP dari 22 seri MotoGP musim ini. Kehadiran dua pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3, menjadi magnet utama yang mendongkrak antusiasme masyarakat menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Meski balapan baru akan digelar pada 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, nilai penjualan tiket telah mencapai Rp2,4 miliar, sebuah lonjakan yang dinilai luar biasa dibanding periode yang sama pada musim sebelumnya.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Warokka mengatakan, kehadiran dua pembalap tuan rumah menjadi pembeda utama pada penyelenggaraan MotoGP Indonesia tahun ini. Tingginya animo masyarakat terlihat dari tiket kategori early bird yang telah habis terjual, sementara tiket presale juga hampir ludes.
Sementara itu, di kancah MotoGP Jerman, Marc Marquez tampil sebagai pemenang dan memperkuat posisinya di klasemen. Ia kini berjarak 18 poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin. Marquez mengaku bahwa ia tidak percaya dengan karma dan bahwa setiap insiden di lintasan adalah konsekuensi dari persaingan yang berlangsung dalam kecepatan tinggi.
Jorge Martin sendiri menyadari bahwa mengalahkan Marc Marquez bukanlah pekerjaan mudah. Ia mengakui bahwa Marquez adalah pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP dan bahwa bersaing dengannya sudah merupakan prestasi yang luar biasa.
Di lain pihak, Jack Miller kembali berada dalam situasi sulit di bursa transfer MotoGP setelah belum mengantongi kontrak untuk musim 2027. Ia menjadi kandidat kuat pindah ke WSBK dan beberapa pabrikan seperti Yamaha, Honda, dan BMW disebut masuk dalam peta masa depan pembalap Australia itu.
Kesimpulan, persaingan di MotoGP semakin memanas dengan kehadiran Marc Marquez dan Jorge Martin di puncak klasemen. Sementara itu, Jack Miller harus berjuang untuk mempertahankan posisinya di MotoGP. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi ajang yang menarik dengan kehadiran pembalap-pembalap lokal.











