Bisnis

RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Nagita Slavina Bantah Isu Pencucian Uang

×

RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Nagita Slavina Bantah Isu Pencucian Uang

Share this article
RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Nagita Slavina Bantah Isu Pencucian Uang
RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Nagita Slavina Bantah Isu Pencucian Uang

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Juli 2026 | PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, perusahaan yang dimiliki oleh pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Dengan ini, perusahaan tersebut telah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membeli sahamnya.

Sebelum melakukan Initial Public Offering (IPO), RANS Entertainment kerap menjadi sorotan publik karena adanya isu negatif yang beredar di sosial media, salah satunya adalah isu pencucian uang. Namun, Nagita Slavina membantah kabar miring tersebut dengan menyatakan bahwa dengan melakukan IPO, perusahaan mereka justru menjadi lebih transparan.

📖 Baca juga:
IHSG Turun, Apa yang Mendorong Penurunan Indeks Saham Gabungan?

Menurut Darwin Cyril Noerhadi, Komisaris Utama RANS, isu pencucian uang yang menerpa perusahaan tidak memiliki dasar. Ia menyatakan bahwa rumor tersebut mungkin lebih kepada desas-desus daripada fakta yang sebenarnya.

Dalam kesempatan yang sama, RANS Entertainment juga membeberkan susunan daftar pemilik saham perseroan. Raffi Ahmad masih menjadi pemegang saham terbesar dengan 7,93 miliar saham atau setara 62,93 persen. Sementara itu, PT Indonesia Entertainment Grup menempati posisi pemegang saham terbesar berikutnya dengan 911,5 juta saham atau 7,23 persen.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, juga tercatat sebagai pemilik saham perseroan dengan 345,25 juta saham atau 2,74 persen. Porsi kepemilikan tersebut hampir setara dengan Soultan Ariq Rachman yang menguasai 345,5 juta saham atau 2,74 persen.

📖 Baca juga:
Buyback AADI Rp5 Triliun: Langkah Besar Adaro Andalan Indonesia Naikkan Nilai Saham

Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, juga tercatat memiliki 115,25 juta saham atau sekitar 0,91 persen. Selain Kaesang, terdapat pula Direktur Utama RANS Nagita Slavina yang menguasai 124,75 juta saham atau 0,99 persen, kemudian Direktur Emtek Group sekaligus CEO Emtek Media (SCMA) & Vidio Sutanto Hartono dengan kepemilikan 144 juta saham atau 1,14 persen.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga membuka peluang untuk menyesuaikan target pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) setiap tahun seiring dinamika kondisi pasar modal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang masih membayangi pasar keuangan sepanjang 2026.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kondisi pasar keuangan global yang masih dipenuhi ketidakpastian membuat sejumlah perusahaan menunda rencana melantai di bursa. Menurutnya, keputusan sebuah perusahaan untuk melakukan IPO sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar agar aksi korporasi tersebut dapat berjalan optimal.

📖 Baca juga:
Asosiasi Sepak Bola Argentina Dalam Sorotan: Dari Insiden Peretasan hingga Penyelidikan FBI

BEI juga terus mengkaji berbagai usulan insentif guna meningkatkan daya tarik pasar modal, baik bagi perusahaan yang ingin melantai di bursa maupun bagi investor. BEI juga menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk memperluas basis perusahaan yang berpotensi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal.

Enam perusahaan telah melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana di pasar bursa dalam sepekan terakhir, periode 6–10 Juli 2026. Keenam perusahaan tersebut adalah PT Niramas Utama Tbk, PT Nitrasanata Dharma Tbk, PT Bach Multi Global Tbk, PT Esa Medika Mandiri Tbk, PT Prodia Diagnostic Line Tbk, dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk.

Kesimpulan, RANS Entertainment telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membeli sahamnya. Perusahaan tersebut juga membantah isu pencucian uang yang beredar di sosial media. BEI terus mengkaji berbagai usulan insentif guna meningkatkan daya tarik pasar modal dan menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperluas basis perusahaan yang berpotensi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *