Bisnis

Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Apa yang Membuat Harga Emas Fluktuatif?

×

Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Apa yang Membuat Harga Emas Fluktuatif?

Share this article
Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Apa yang Membuat Harga Emas Fluktuatif?
Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Apa yang Membuat Harga Emas Fluktuatif?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Juli 2026 | Harga emas batangan Antam hari ini naik menjadi Rp 2.650.000 per gram. Satu kilogram emas batangan bernilai dasar Rp 2.590.600.000 per 10 Juli 2026. Total nilai sitaan 74 kilogram emas mencapai kisaran Rp 191,7 miliar.

Penemuan fantastis dalam brankas tersembunyi yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar ini langsung memicu rasa penasaran publik. Salah satu yang mungkin memicu rasa penasaran masyarakat adalah, “berapa harga 1 kg emas batangan saat ini?”

📖 Baca juga:
TaniHub dan Krisis Digital di Indonesia

Harga Emas Batangan 1 Kg Per 10 Juli 2026 Berdasarkan pembaruan resmi dari Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per tanggal 10 Juli 2026, harga emas murni mengalami kenaikan ke angka Rp2.650.000 per gram.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengetahui konversi nilainya, harga resmi untuk satu batang emas murni ukuran terkecil 1.000 gram atau satu kilogram adalah Rp2.590.600.000. Angka miliaran ini merupakan harga dasar sebelum memperhitungkan komponen pajak resmi yang berlaku dalam transaksi logam mulia.

Jika merujuk pada regulasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, pembelian emas batangan murni akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pemilik NPWP. Dengan tambahan pajak tersebut, harga final untuk satu kilogram emas batangan murni yang dibawa pulang tercatat berada di kisaran Rp2.597.076.500.

Melalui perhitungan matematis sederhana dari harga dasar tersebut, maka total nilai dari 74 kg emas batangan yang disita oleh pihak kepolisian mencapai angka fantastis sekitar Rp191,7 miliar.

📖 Baca juga:
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Waspadai Profit Taking

Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada Kamis, 9 Juli 2026. Kenaikan harga emas dunia didorong aksi beli setelah harga emas jatuh ke level terendah dalam sepekan. Sementara itu, investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Jumat, (10/7/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.122,15 per ons, setelah turun ke level terendah sejak 1 Juli 2026. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Agustus naik 1,3% menjadi US$ 4.134,10.

Pasar saat ini sedang menilai risiko inflasi baru setelah angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk pada Kamis kemarin. Aksi tersebut merespons serangan AS di provinsi pesisir selatan dan timur Iran, sekaligus mengikis gencatan senjata yang sempat berlangsung selama tiga minggu.

Di pasar global komoditas perak spot turun 0,1% menjadi 59,94 USD per ons, harga platinum naik 0,2% menjadi 1.614,22 USD, dan paladium bertambah 0,4% menjadi 1.252,75 USD.

📖 Baca juga:
Stasiun Pengisian Bahan Bakar: Antara Keamanan, Harga, dan Inflasi

Ketegangan geopolitik global ini langsung mengerek nilai investasi aman (safe haven). Selain harga jual pecahan 1 gram yang naik, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga meningkat Rp22.000 menjadi Rp2.405.000 per gram dibandingkan hari Kamis kemarin yang berada di level Rp2.383.000 per gram.

Bagi pasar Indonesia, ketegangan geopolitik global ini langsung mengerek nilai investasi aman (safe haven). Selain harga jual pecahan 1 gram yang naik, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga meningkat Rp22.000 menjadi Rp2.405.000 per gram dibandingkan hari Kamis kemarin yang berada di level Rp2.383.000 per gram.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai.

Sebagai kesimpulan, harga emas hari ini naik tipis, dengan harga emas batangan Antam mencapai Rp 2.650.000 per gram. Hal ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global dan risiko inflasi baru. Masyarakat diharapkan terus memantau pergerakan harga, khususnya bagi mereka yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi sekaligus lindung nilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *