Pendidikan

Mengenal Kalender Jawa: Weton, Pasaran, dan Wuku

×

Mengenal Kalender Jawa: Weton, Pasaran, dan Wuku

Share this article
Mengenal Kalender Jawa: Weton, Pasaran, dan Wuku
Mengenal Kalender Jawa: Weton, Pasaran, dan Wuku

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Juli 2026 | Kalender Jawa masih menjadi bagian penting dari budaya Jawa, terutama dalam menentukan hari baik, merencanakan acara penting, hingga memahami karakter seseorang melalui weton. Dalam kalender Jawa, ada dua konsep penting yang digunakan, yaitu weton dan pasaran. Weton adalah gabungan antara hari biasa (Minggu hingga Sabtu) dan hari pasaran (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi), sedangkan pasaran adalah siklus Jawa yang berulang setiap 5 hari sekali.

Setiap hari dalam kalender Jawa memiliki neptu, yaitu nilai yang dimiliki oleh satuan waktu Jawa. Neptu weton Kamis Pahing, misalnya, memiliki nilai 17, yang sering dikaitkan dengan pribadi yang berwibawa, memiliki kemampuan memimpin, serta mampu menghadapi berbagai persoalan dengan penuh tanggung jawab. Sementara itu, Wuku Mandhasiya melambangkan keteguhan hati, kecerdasan dalam mengambil keputusan, serta semangat untuk terus berkembang meskipun harus melewati berbagai tantangan.

📖 Baca juga:
Inovasi Teknologi Pendidikan: Exzam.id Hadirkan AI Diagnostik untuk Meningkatkan Hasil TKA

Kalender Jawa juga digunakan dalam menentukan hari pertama masuk sekolah di Jawa Timur. Berdasarkan Kalender Pendidikan Jawa Timur Tahun Ajaran 2026/2027, kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada Senin, 13 Juli 2026, dan diikuti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung selama tiga hari.

Dalam mengenal kalender Jawa, kita juga perlu memahami konsep wuku, yang terdiri dari 30 wuku yang memiliki nama-nama unik. Setiap wuku memiliki karakteristik dan filosofi yang berbeda-beda, sehingga memahami wuku sangat penting dalam memahami kalender Jawa secara keseluruhan.

📖 Baca juga:
Gaji PPPK Paruh Waktu Terpuruk: Pemerintah Minta Swasta Bayar UMK, Guru Jateng Desak Standarisasi

Di samping itu, kalender Jawa juga memiliki peran penting dalam menentukan hari baik untuk pernikahan, pindah rumah, hingga acara adat lainnya. Masyarakat Jawa mempercayai perhitungan weton dan pasaran Jawa untuk menentukan hari yang tepat untuk melakukan berbagai kegiatan.

Secara keseluruhan, kalender Jawa merupakan warisan budaya yang kaya dan kompleks, yang tidak hanya digunakan sebagai sistem penanggalan tradisional, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami karakter seseorang, menentukan hari baik, dan memahami filosofi hidup. Dengan memahami kalender Jawa, kita dapat lebih menghargai budaya Jawa dan warisan leluhur kita.

📖 Baca juga:
SPMB SMA Jogja 2026: Penerimaan Siswa Baru dan Bantuan Seragam Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *