OLAHRAGA

Kontroversi Wasit di Piala Dunia 2026: Antara Kritik dan Harapan

×

Kontroversi Wasit di Piala Dunia 2026: Antara Kritik dan Harapan

Share this article
Kontroversi Wasit di Piala Dunia 2026: Antara Kritik dan Harapan
Kontroversi Wasit di Piala Dunia 2026: Antara Kritik dan Harapan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 memang banyak menyuguhkan momen tak terlupakan di lapangan, tetapi juga diwarnai sejumlah kontroversi. Salah satu kontroversi yang paling hangat dibicarakan adalah mengenai kinerja wasit. Banyak keputusan wasit yang dinilai kontroversial dan memicu kemarahan dari beberapa pihak, termasuk pelatih dan pemain.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menjadi sorotan usai mengamuk setelah timnya disingkirkan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Aksi sang juru taktik ternyata bukan kali pertama, mengingat dia pernah dipenjara akibat kasus penganiayaan. Hassan terekam kamera meluapkan emosinya seusai laga Argentina vs Mesir di Atlanta Stadium. Dia berteriak ke arah wasit, penonton, hingga pelatih Argentina Lionel Scaloni.

📖 Baca juga:
Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah: Kelahiran Ebrahim Khalif Nadirizky Membawa Kebahagiaan Baru bagi Sang Bintang Persija dan Timnas

Tak berhenti sampai di situ, pelatih berusia 59 tahun itu juga kedapatan meludah ke arah pendukung Argentina di tribun yang membentangkan bendera Israel. Hassan bahkan sempat menghampiri seorang juru potret dengan raut penuh emosi sebelum dipisahkan salah seorang staf Timnas Mesir.

Kekesalan Hassan dipicu kekalahan dramatis Mesir dari Argentina. The Pharaohs gagal melaju ke perempatfinal setelah takluk 2-3. Mesir sebenarnya sempat unggul 2-0 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico. Namun, Argentina bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.

Selepas pertandingan, Hassan kembali melontarkan tudingan kepada Argentina. Dia menyebut lawannya mendapat ‘bantuan’ dari wasit hingga FIFA. "Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia dalam kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing," kata Hassan usai laga Argentina vs Mesir.

📖 Baca juga:
Veda Ega Pratama Gemilang di Jerez: Naik 11 Posisi, Finis Keenam di Moto3 Spanyol 2026

Sementara itu, pelatih Prancis, Didier Deschamps, memberikan tanggapan bijak mengenai sorotan tajam terhadap kinerja wasit jelang laga perempat final Piala Dunia 2026. Meski anak asuhnya sempat diganjar sejumlah kartu kuning dalam pertandingan sebelumnya melawan Paraguay, Didier Deschamps memilih untuk tetap menaruh kepercayaan penuh kepada sang pengadil lapangan.

"Itu di luar kendali kami. Saya percaya pada wasit. Beberapa keputusan wasit dapat memicu diskusi," ujar Deschamps. "Itu benar-benar tergantung pada pendapat semua orang. Lawan kami adalah Maroko, bukan wasit."

Deschamps menambahkan, "Wasit ada di sana untuk menerapkan hukum permainan secara adil." Sebelumnya, upaya Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) untuk membatalkan sanksi kartu kuning Michael Olise resmi menemui jalan buntu. FIFA memutuskan untuk tetap mempertahankan hukuman tersebut yang didapat Olise saat bersua Paraguay.

📖 Baca juga:
Klasemen MLS Terbaru: Persib Bandung Raih Gelar Juara Tiga Kali Berturut-Turut

Deschamps juga berharap wasit yang memimpin pertandingan Maroko sama seperti yang memimpin pertandingan Mesir dan Argentina. Ia memuji penampilan wasit François Letexier yang memimpin pertandingan Mesir melawan Argentina di Piala Dunia 2026.

Dalam menghadapi kontroversi wasit, pelatih dan pemain harus tetap fokus pada pertandingan dan tidak terpengaruh oleh keputusan wasit. Mereka harus tetap percaya diri dan bermain dengan sepenuh hati untuk meraih kemenangan.

Kontroversi wasit di Piala Dunia 2026 memang banyak memicu kemarahan dan kekecewaan, namun itu semua merupakan bagian dari pertandingan sepak bola. Yang terpenting adalah bagaimana pelatih dan pemain dapat menghadapi situasi tersebut dengan profesional dan tetap fokus pada tujuan mereka, yaitu meraih kemenangan dan menjadi juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *